KOREA

Kisah San ATEEZ, Idol yang Mendukung Feminisme - Debut Akting Lewat Drama 'IMITATION'

Rabu, 06 Oktober 2021 14:55 Penulis: Anik Setiyaningrum

Ilustrasi (Credit: Pixabay)

Kapanlagi.com - San ATEEZ atau Choi San merupakan seorang idol yang menempati posisi sebagai main vocal dan dancer dalam grupnya. Idol yang lahir pada 10 Juli 1999 ini punya sederet kisah yang pantas disoroti. Mulai dari perjalanan kariernya, hingga karakter periang dan berani yang membuatnya dicintai oleh para ATINY.

Tak hanya periang, bahkan para member ATEEZ pun menyebut San lebih mirip komedian yang selalu bercanda dan menghibur para member. Peran sebagai 'Mood Maker' semacam itu memang sangat dibutuhkan dalam sebuah grup.

Selain itu, penggemar juga dibuat kagum oleh kemampuan San ATEEZ dalam menyesuaikan ekspresi karakter dengan konsep lagu. Dalam lagu HALA HALA misalnya, San bisa tampil dengan cool, bahkan terkesan garang. Nah, pada lagu 'WAVE', San berubah jadi seseorang yang lebih kalem dan cute.

Selain kemampuannya di atas panggung, San juga dicintai sebab keberaniannya dalam menyuarakan isu penting, meski itu sensitif. Misalnya, saat dia menunjukkan dukungannya pada gerakan feminisme beberapa waktu yang lalu. Nah, bagi kalian yang penasaran dengan kisah San ATEEZ selengkapnya, silakan simak informasi berikut ini

1. Karier Pra-Debut San ATEEZ

Sebelum debut bersama ATEEZ, San sempat mengikuti audisi sebuah kompetisi berjudul "MIXNINE" pada tahun 2017. San ATEEZ menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi agar dirinya bisa debut lewat acara yang dibentuk oleh YG Entertainment tersebut. Waktu itu, San menyanyikan lagu Pillowtalk dari Zayn Malik. Suara San sungguh merdu, tapi sayang saat itu kualitas San belum berhasil memikat hati para juri.

Selanjutnya, pada tahun 2018, San menandatangani kontrak dengan KQ Entertainment, sebuah agensi tempatnya bernaung hingga kini. Selanjutnya, San berkumpul dengan member lain untuk bekerja dalam grup KQ Fellaz. KQ Fellaz bisa disebut sebagai cikal bakal atau ATEEZ dalam versi trainee.

Mereka diuji untuk membuat video musik dan mengunggahnya ke Youtube yang disebut "KQ Fellaz American Training". Nah, pada 24 Oktober 2018, San bersama tujuh member lain resmi debut dengan album mini bertajuk "Treasure EP.1: All to Zero".

 

2. San ATEEZ Menunjukkan Dukungan untuk Gerakan Feminisme

Pada Juli 2021 lalu, San ATEEZ sempat viral karena dianggap menunjukkan dukungannya untuk gerakan feminisme melalui aplikasi Universe. Kejadian itu hampir bersamaan dengan kecurigaan yang diterima oleh An San, pemanah Korea Selatan yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Dirinya dicurigai sebagai seorang feminis oleh sekelompok laki-laki dan situs anti-feminis dengan alasan yang tak masuk akal.

An San dicurigai karena selalu memilih gaya rambut pendek, padahal dia sudah punya alasan bahwa rambut pendek lebih nyaman baginya. Selain itu, dia dianggap sebagai feminis karena bersekolah di perguruan tinggi khusus perempuan, penggemar MAMAMOO, dan juga memakai lencana peringatan kecelakaan Sewol Ferry. Gerakan untuk memperjuangkan keadilan gender itu ternyata masih dianggap sebagai "radikal" oleh sekelompok orang di Korea Selatan.

Meski begitu, San ATEEZ tetap berani menyatakan pendiriannya untuk memberi dukungan. Secara tidak langsung, dia mengangkat isu tersebut dan memberi dukungan kepada Sang atlet. Hal itu membuat beberapa masyarakat Korea Selatan turut berbicara mengenai isu tersebut. Mengingat bahwa San ATEEZ merupakan seorang idol, keputusannya dianggap cukup berani karena dia berpotensi mendapat hujatan dari masyarakat yang masih sering menganggap feminisme sebagai gerakan "membenci laki-laki".

Praktis, San ATEEZ pun mendapat banyak dukungan dari ATINY dan para feminisme. Cinta dari mereka jelas melebihi kritik dari anti-feminis yang dia terima.

 

3. San ATEEZ Main di Drama

Sebenarnya tak hanya San ATEEZ yang bermain di drama ini. Yunho, Seonhwa, dan Jungho juga terlibat dalam drama yang menceritakan kehidupan para idol K-Pop di balik layar. Hal itu membuat mereka mendapat peran dalam sebuah grup musik.

San bersama Yunho dan Seonhwa bergabung dalam grup Sparkling, sedangkan Jungho ATEEZ berada di grup lain bernama SHAX. Mengenai pembagian peran grup itu, San bercanda dengan mengaku cemburu pada peran yang didapatkan Jongho yang terpisah dari para member ATEEZ.

"Aku sebenarnya tidak menyesal, tetapi aku cemburu," canda San yang kemudian diikuti tawa ketiga rekannya. Seonghwa pun menimpali, "Dia bahkan dirawat jauh lebih baik dari pada ketika bersama kita,".

Candaan itu keluar karena Jongho memang tampak bahagia saat proses syuting meski tak bersama member dari grupnya. Apa mau dikata, Jongho memang ditakdirkan mendapatkan peran tersebut dan San ATEEZ pun boleh merasa cemburu meski disampaikan dengan nada bercanda.

Sayangnya, drama IMITATION yang diperankan oleh para idol itu justru punya rating yang rendah. Bahkan, drama ini juga disebut sebagai pemecah rekor drama dengan rating terendah dalam sejarah stasiun penyiaran utama.

Berdasarkan informasi dari Nielsen Korea, episode pertama drama ini hanya memperoleh kisaran 1 persen dan 0,9 persen di bagian kedua. Pada episode keenam, IMITATION malah mengalami kemerosotan hingga 0,4 persen di bagian kedua. Drama yang diadaptasi dari Webtoon ini sebenarnya pantas ditunggu-tunggu oleh para pecinta K-Drama.

Namun, dalam komunitas daring Korea, netizen sempat menduga bahwa salah satu penyebab drama ini sulit mendapat perhatian karena jam tayang yang terlalu malam, padahal tak menyajikan kekerasan dan bisa ditonton oleh orang berusia 17 tahun ke bawah.

Oleh karena itu, drama ini masih mendapat dukungan dari para penggemar yang menyukai jalan ceritanya. Lagi pula, rating tak selalu jadi penentu dan rating rendah bukan berarti karena drama itu buruk.

Nah, KLovers, itulah kisah San ATEEZ dalam perjalanan kariernya yang menarik untuk dibahas sekaligus cocok jadi sumber inspirasi.

 


REKOMENDASI
TRENDING