Berita Terbaru
Putu Wijaya
Laki-Laki
11 April 1944, Puri Anom, Tabanan, Bali
11 April 1944, Puri Anom, Tabanan, Bali
'OPERA JAWA', Film Perdana FFI di Praha
Rabu, 22 Oktober 2008 14:21Film film pilihan seperti AYAT-AYAT CINTA, OPERA JAWA, GET MARRIED, NAGA BONAR, dan NAGABONAR JADI 2, ikut meramaikan Festival Film Indonesia yang digelar KBRI Praha.
Trie Utami Serukan Perdamaian di Bali
Senin, 13 Oktober 2008 10:43Trie Utami yang berduet dengan Ayu Laksmi, penyanyi asal Pulau Dewata, ambil bagian dalam menyerukan perdamaian untuk dunia dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Minggu (12/10) sore.
Putu Wijaya - Andi Mallarangeng Duet di TIM
Senin, 23 Juni 2008 07:17Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan budayawan Putu Wijaya akan berada di satu panggung dalam acara pembacaan puisi karya Chairil Anwar di Teater Studio Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/6).
Putu Wijaya Perkaya Promosi Budaya Indonesia
Jumat, 20 Juni 2008 19:33Penampilan kelompok Teater Mandiri Jakarta pimpinan Putu Wijaya di Bratislava, ibukota Slowakia mampu memperkaya promosi seni budaya Indonesia di negara pecahan Cekoslawakia tersebut.
Putu Wijaya Bermonolog di Bali Shanti
Jumat, 20 Juni 2008 18:04Dramawan Putu Wijaya akan tampil dalam teater monolog dengan rangkaian ceritera yang bertemakan 'Bali Shanti' (Bali Damai) di panggung terbuka Monumen Rakyat Bali di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, 22 Juni mendatang.
Putu Wijaya Tembus Eropa
Jumat, 30 Mei 2008 05:14Tak mau ketinggalan berkiprah di dunia internasional, Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya kembali menunjukkan taring mereka. Mereka akan berangkat ke Eropa Timur untuk menggelar pertunjukan di Ceko dan Slowakia. Egy Massadiah, anggota Teater Mandiri dan produser film (LARI DARI BLORA), mengungkapkan bahwa pertunjukan yang akan dipentaskan bertajuk Zero, dan akan dipentaskan selama lima hari, 13-17 Juni 2008.
Putu Wijaya Puji Minat Seni Pelajar SMU di Bangka
Kamis, 10 April 2008 22:45Sastrawan Putu Wijaya menilai, apresiasi pelajar SMU di Bangka terhadap seni khususnya puisi, cerpen dan prosa, cukup tinggi ditandai kemampuan mereka membuat dan membacakan ketiga jenis karya sastra itu. Hal itu tercermin dari 49 pertanyaan yang diajukan berbagai siswa yang menyiratkan pemahaman mereka terhadap puisi, cerpen dan prosa.
Putu Wijaya Buka Festival Teater Jakarta Lewat 'DUKUN'
Jumat, 21 Desember 2007 18:39Pementasan Dramatic Reading berjudul DUKUN karya Putu Wijaya menjadi pentas pembuka Festival Teater Jakarta (FTJ) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-35, di Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Kamis (20/12) malam.
Garin Nugroho: Film Penjiplak Bisa Dibatalkan dan Dipidana
Minggu, 11 November 2007 21:13Festival Film Indonesia 2007 akan segera digelar. Untuk tahun ini, tak ada ampun bagi film-film yang ketahuan menjiplak baik dari segi cerita maupun dari segi film. Hal ini sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh para dewan juri yang baru saja terpilih. Menurut Garin Nugroho, bukan hanya dibatalkan kemenangannya, tapi bisa langsung dipidana, karena itu sudah melanggar undang-undang.
Putu Wijaya: Festival Adalah Puncak Segala Kegiatan Film
Sabtu, 10 November 2007 08:22Festival film merupakan puncak segala kegiatan film yang sekaligus juga memetakan arah industri perfilman di masa datang. Sehubungan dengan itu, katanya, dewan juri dalam bekerja hanya akan memikirkan bagaimana memberikan penjurian yang baik.
Putu Wijaya Ajak Wartawan Liput Art Summit 2007
Senin, 05 November 2007 08:59Seniman Putu Wijaya kini ditunjuk sebagai Ketua Tim Artistik dari Art Summit Indonesia 2007 yang berlangsung sepanjang November, demi menyukseskan kegiatan ini ia mengajak wartawan berkomplot dengannya.
Putu Wijaya Gelar Wayang Listrik di Art Summit Indonesia 2007
Jumat, 26 Oktober 2007 22:40Festival seni kontemporer Art Summit Indonesia 2007 (ASI) yang digelar selama November akan menghadirkan berbagai karya seniman dari berbagai negara, mulai dari pertunjukan wayang listrik hingga pertunjukan instalasi unik dari Perancis. Ketua tim artistik Art Summit Indonesia 2007, Putu Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/10), mengatakan sepanjang November ASI akan menghadirkan 29 pertunjukan seni kontemporer baik di bidang tari, teater, maupun musik.
Putu Wijaya: Budaya Bisa Jadi Jalan Upaya Diplomasi
Selasa, 21 Agustus 2007 17:36Seniman Putu Wijaya mengatakan kegiatan budaya bisa menjadi jalan bagi upaya diplomasi, seperti yang dijalaninya melalui kegiatan teater di berbagai negara.
Putu Wijaya Kaget Ketemu Oliver Stone
Selasa, 14 Agustus 2007 13:24Sutradara Putu Wijaya tak pernah menyangka kepergiannya ke Italia untuk memberi workshop sejumlah sutradara teater dari berbagai negara akan mempertemukannya dengan sutradara kawakan asal New York, Oliver Stone.
Putu Wijaya Masih Ragu Terima Penghargaan 'Achmad Bakrie 2007'
Senin, 13 Agustus 2007 21:11Sutradara Putu Wijaya mendapat penghargaan 'Achmad Bakrie 2007' atas prestasinya di bidang kesusastraan. Namun, ia mengaku masih bingung lantaran menerima sms dari beberapa temannya yang mengungkapkan pendapat pro dan kontra mereka terhadap perusahaan milik Bakrie.
Putu Wijaya: Tradisi Lisan di Indonesia Masih Kuat
Sabtu, 28 Juli 2007 09:26Pimpinan Theater Mandiri, Putu Wijaya yang akan melakukan pementasan keliling Eropa menyusul keberhasilannya mementaskan monolog yang berjudul "Seratus Menit" di beberapa negara di Eropa mengatakan tradisi lisan di Indonesia masih sangat kuat.
Diiringi Violis Korsel, Monolog Putu Wijaya Pukau Roma
Minggu, 22 Juli 2007 20:13Pementasan drama Monolog Putu Wijaya, 100 Menit, yang digelar di halaman KBRI Roma, Sabtu (21/7), mendapat sambutan luar biasa. Pementasan drama monolog yang diiringi gesekan biola yang dimainkan violis Venna Ju asal Korea Selatan itu mendapat sambutan tidak saja dari masyarakat Indonesia, mahasiswa serta lulusan jurusan bahasa Indonesia di Istituto Universitario Orientale (UNO) Napoli tetapi juga wartawan dan pemerhati seni dan theater Italia.
Monolog 'Seratus Menit' Putu Wijaya di Praha
Jumat, 20 Juli 2007 10:42Budayawan kelahiran Pulau Dewata, Putu Wijaya, akan menampilkan monolog "Seratus Menit" di Aula KBRI Praha pada 24 Juli. Novelis, yang lahir pada 11 April 1944 dengan nama I Gusti Ngurah Putu Wijaya, itu mementaskan monolognya yang berjudul antara lain Kemerdekaan dan Poligami, ujar Sekretaris III KBRI Praha Gustaav R. Ferdinandus London, Jumat.
Jose Rizal Manua Sukses Hibur Anak-Anak Lewat 'Wow!'
Selasa, 17 Juli 2007 22:43Pementasan teater kecil Wow! oleh Teater Tanah Air karya sutradara Jose Rizal Manua di Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (17/7) sore, menghibur ratusan murid SD dan SMP yang datang dari berbagai sekolah di Jakarta. Pementasan berdurasi 1,5 jam itu menampilkan 12 anak-anak yang menyajikan gerak, lagu, tari, musik dengan berbagai visualisasi yang mencerminkan indahnya dunia anak-anak.
Putu Wijaya Ngajar di Italia
Jumat, 29 Juni 2007 10:35Seniman Putu Wijaya dalam waktu dekat akan terbang ke Italia untuk mengajar pelatihan penyutradaraan bagi para sutradara dari berbagai negara. Pria yang selalu tampil dengan topi pet putih ini mengatakan telah menyiapkan serangkaian materi untuk disampaikan pada para sutradara itu.
Putu Wijaya Warnai JAF 2007 Lewat 'Seratus Menit'
Jumat, 29 Juni 2007 06:39Seratus Menit adalah judul monolog yang juga berdurasi seratus menit oleh seniman Putu Wijaya dalam pertunjukan Jakarta Anniversary Festival (JAF) 2007 di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (28/6) malam. Dalam balutan kostum hitam-hitam, Putu membawakan enam naskah yang ditulisnya sendiri tanpa jeda. Monolog Seratus Menit bertutur tentang kemerdekaan, kesetaraan, hak asasi, nasib perempuan, kepemimpinan, dan berbagai ketimpangan sosial.
Putu Wijaya Usung 'Cipoa' ke Jakarta
Rabu, 27 Juni 2007 18:41Setelah Teater Mandiri sukses mementaskan aksi tipu-menipu atau Cipoa di Festival Seni Surabaya, kelompok yang dipimpin Putu Wijaya ini kembali mementaskannya di Jakarta (22-23/6). Pementasan yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki itu berkisah tentang Indonesia tempo dulu yang kaya akan tambang emas. Tokoh juragan (Putu Wijaya) adalah seorang pemimpin di areal pertambangan yang memiliki banyak buruh, namun mudah ditipu.
Rieke Dyah Pitaloka Ingin Hilangkan Image 'Oon'
Rabu, 20 Juni 2007 12:52Peran wanita Oneng sebagai wanita bloon yang diperankan Rieke Dyah Pitaloka selama bertahun-tahun nampaknya membuat jengah diri istri Donny Gahral Adian ini. Untuk mengikis image itu, wanita yang kerap disapa Keke, terjunnya dia ke dunia teater. Ia pun menerima tawaran bermain teater dari Putu Wijaya selaku sutradara. Semua ini keinginan dirinya melepaskan bayang-bayang Oneng yang saat ini sudah melekat pada dirinya.
Baca Puisi Karya SBY, Putu Wijaya Terpaksa Peras Otak
Jumat, 15 Juni 2007 18:37Membaca puisi yang ditulis sendiri bukan hal istimewa buat Putu Wijaya, namun jika puisi yang dibacakan adalah karya Presiden, sastrawan itu 'terpaksa' harus memeras otak. Putu membacakan puisi berjudul Jagadmu Yang Kembar, yang ditulis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta, 16 Februari 2004 lalu.
Harry Darsono Terpikat Penampilan Sax Appeal Quartet
Kamis, 14 Juni 2007 11:33Kehadiran penampilan kelompok musik Sax Appeal Quartet dari Italia, yang membawakan lagu-lagu soundtrack legendaris, di Jakarta Anniversary Festival 2007, di Jakarta, Rabu (13/6) malam, memang sukses memukai para penggemarnya. Musik yang romantis membuat sebagian penonton yang merupakan warga asing di Jakarta itu menjadi terbawa suasana. Beberapa penonton yang datang bersama pasangan nampak berpegangan tangan atau saling menyandarkan bahu satu sama lain. Seorang penonton yang juga desainer kondang, Harry Darsono mengaku sangat terharu saat menyimak musik dalam film ROMEO E GIULIETTA, sebuah tema film tentang kisah cinta Romeo- Juliet versi Italia itu.
Advertisement
Advertisement