Putu Wijaya Warnai JAF 2007 Lewat 'Seratus Menit'
Kapanlagi.com - Seratus Menit adalah judul monolog yang juga berdurasi seratus menit oleh seniman Putu Wijaya dalam pertunjukan Jakarta Anniversary Festival (JAF) 2007 di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (28/6) malam. Dalam balutan kostum hitam-hitam, Putu membawakan enam naskah yang ditulisnya sendiri tanpa jeda. Monolog Seratus Menit bertutur tentang kemerdekaan, kesetaraan, hak asasi, nasib perempuan, kepemimpinan, dan berbagai ketimpangan sosial.
Sebuah kursi kuno, sebuah bola besar terbuat dari bambu tergantung di dekat kursi dan sehelai kain putih yang lebar menjadi latar belakang panggung menjadi medium Putu dalam menyampaikan cerita. Layar putih itu menampilkan gambar-bambar ilustrasi monolog yang ditampilkand dari sebuah proyektor ditambah tata cahaya yang mengikuti irama Putu dalam membawakan monolog itu.
Di awal cerita ia menjadi seorang pria tua yang berdialog dnegan burung perkututnya, berbicara tentang sebuah kemerdekaan yang seharusnya membawa kebahagiaan, namun ternyata justru menimbulkan bencana. Dibagian lain monolognya, Putu bercerita tentang nasib perempuan yang selalu direpotkan di sektor domestik, selalu disalahkan oleh suami, bahkan membuat perempuan berkeinginan menjadi seorang laki-laki hanya karena menjadi perempuan lebih banyak mengalami kesulitan dan perlakukan yang kerap tak senonoh.
Pertunjukan yang berlangsung dua hari (27 dan 28 Juni) ini bukan pertama kalinya dipentaskan Putu bersama Teater Mandiri, kelompok teater yang dipimpinnya sejak 1971. Pementasan Seratus Menit sebelumnya telah berlangsung di Universitas Indonesia, Universitas Petra Surabaya, dan Institut Pertanian Bogor, bahkan di beberapa negara diantaranya Tokyo (Jepang), Taiwan, Mesir, dan Hamburg (Jermna).
Advertisement
Meski tak seluruh kursi penonton di GKJ terisi penuh penonton, namun toh tak mengurangi semangat Putu menyampaikan pesan-pesan moral dalam monolognya. Bahkan beberapa kali ia berdialog dengan penonton sehingga membuat pertunjukan menjadi lebih 'hidup'.
"Saya ingin penonton bisa menyimak monolog dan pada saat yang sama menonton visualisasinya sehingga saat mereka pulang bisa memahami maknanya," ungkap Putu.
JAF 2007 berlangsung di GKJ sepanjang 8-29 Juni dengan menghadirkan sejumlah seniman dan tokoh nasional. Ada tiga unsur kesenian yang ditampilkan, yakni kesenian Betawi, kesenian nasional, dan kesenian internasional. Putu Wijaya merupakan salah satu seniman yang tampil mewakili unsur kebudayaan nasional.
Penutupan JAF 2007 akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pecinta seni. Pertunjukan seni ketoprak guyonan Puspo Budoyo dalam lakon Pangeran Jayakarta pada 29 Juni dijadwalkan akan menutup JAF 2007 yang merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-480.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/boo)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
