Angkat Legenda Betawi, Ini Cara Hanung Agar 'BENYAMIN BIANG KEROK' Ditonton

Minggu, 25 Februari 2018 13:45 Penulis: Natanael Sepaya
Angkat Legenda Betawi, Ini Cara Hanung Agar 'BENYAMIN BIANG KEROK' Ditonton Hanung Bramantyo © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Mendiang Benyamin merupakan seniman yang menjadi legenda masyarakat Betawi. Kini setelah 22 tahun meninggalkan dunia hiburan untuk selama-lamanya, sepak terjangnya coba dihidupkan dalam film BENYAMIN BIANG KEROK lewat tangan dingin Hanung Bramantyo.

Drama aksi komedi ini bukan remake dari film berjudul sama yang rilis tahun 1972, melainkan representasi sosok Benyamin untuk penonton moderen. Aktor watak Reza Rahadian pun didaulat memerankan karakter bernama Pengki yang pernah dibawakan almarhum bertahun-tahun silam.

Hanung Bramantyo 'oplos' dan benamkan berbagai unsur pada film 'BENYAMIN BIANG KEROK' © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaHanung Bramantyo 'oplos' dan benamkan berbagai unsur pada film 'BENYAMIN BIANG KEROK' © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Mengingat Benyamin identik dengan Betawi, film produksi Falcon Pictures ini terlihat segmented. Nyatanya hal tersebut tidak benar karena Hanung berhasil mencampur-adukkan semua hal dalam karya terbarunya itu.

"Karena saya orang Jawa, saya memosisikan bagaimana orang Jawa melihat orang Betawi. Itulah kenapa saya menggabungkan banyak unsur di film ini misal JAMES BOND, MISSION IMPOSSIBLE, teknologi, klenik dan action, pokoknya segala macam saya oplos," terang Hanung saat gala premiere BENYAMIN BIANG KEROK di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).

Hanung Bramantyo: komedi itu unpredictable © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaHanung Bramantyo: komedi itu unpredictable © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Lewat film yang akan rilis 1 Maret ini, Hanung seolah menjadikan taman bermain bagi kreativitasnya sebagai filmmaker. Semua elemen ia masukkan dengan tetap mempertahankan logika.

"Di sini saya seperti masak gado-gado. Betawi tetap menjadi akar cerita, tapi ada isian lain. Saya sangat memanfaatkan medium komedi untuk berbicara dan eksplorasi hal yang tidak sekadar isu sosial. Saya menunjukkan bahwa komedi itu unpredictable, lebih luas dibanding dengan drama dan horor yang harus strict. Kalau komedi syaratnya harus logic aja. Itu tantangan buat saya," pungkas dia.

(kpl/abs/ntn)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING