LSF: Soal 'CINTA TAPI BEDA' Gak Usah Dibesar-besarkan
Cinta Tapi Beda
Kapanlagi.com - Dewan Pusat Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (DPP IPPMI) meminta Lembaga Sensor Film (LSF) menghentikan penayangan film CINTA TAPI BEDA. Menurut mereka film itu bertentangan dengan UU No. 33 Tahun 2009 tentang perfilman khususnya Pasal 2 dan Pasal 6 huruf C, D, E dan F.
Perwakilan LSF Mukhlis mengatakan bahwa hal tersebut wajar. Apalagi dalam masyarakat yang pluralis seperti di Indonesia ini.
"Gak masalah kalau ada yang keberatan film ini gak diputar. Misalnya di Minang gak diputar ya di tempat lain bisa. Sebagai suatu karya, suara keberatan pasti ada namun gak usah dibesar-besarkan," katanya, Selasa (8/1).
Untuk itu, lanjutnya kepada KapanLagi.com®, sutradara dituntut pengetahuan yang luas atas realistis masyarakat.
"Jadi misalnya ada kaedah yang gak boleh dilanggar ya jangan dilanggar. Namun harusnya ini timbal balik. Masyarakat pluralis juga mesti melihat masyarakat lain. Kalau semua dilarang maka akan mematikan karya itu sendiri," ucapnya lagi.
Namun dengan adanya aduan berupa permintaan penurunan film ini, pihak LSF mengaku senang. Pasalnya hal tersebut menjadikan orang bisa tahu dan terdapat pembelajaran di dalamnya mengenai sesuatu. Seperti kaedah yang tidak boleh dilanggar dalam masyarakat.
"Kita biarkan saja pengaduan itu. Ini proses menjadi masyarakat yang dewasa," imbuh Mukhlis.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/dis/faj)
Advertisement
