Sineas Malang, Mahesa Desaga Berkompetisi di Melbourne

Jum'at, 04 Agustus 2017 12:26 Penulis: Mahardi Eka
Sineas Malang, Mahesa Desaga Berkompetisi di Melbourne KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Sineas asal Malang, Mahesa Desaga bakal berkompetisi di Melbourne International Film Festival (MIFF) 2017. Perjalanan menuju kompetisi tersebut tidak singkat. Sebelumnya ia bersaing dengan 300 karya lainnya dalam kompetisi film pendek FSAI 2017. Kompetisi ini diadakan untuk mendukung industri film Indonesia dan berperan sebagai wadah untuk sineas muda Indonesia untuk menunjukkan karya-karyanya.

Dari kompetisi awal tersebut, Mahesa masuk menjadi enam finalis untuk berkesempatan memenangkan perjalanan ke Melbourne International Film Festival (MIFF) 2017. Enam film finalis diputar di seluruh rangkaian festival yaitu di Surabaya, Makassar dan Jakarta.

Akhirnya pemenang Best Short Film dan People’s Choice diumumkan di Awarding Ceremony pada hari Minggu 29 Januari 2017 lalu dan setelah proses kompetisi yang ketat, muncullah NUNGGU TEKA (2017) oleh Mahesa Desaga sebagai pemenang nominasi Best Short Film FSAI 2017. Nunggu Teka dijadwalkan akan diputar di MIFF pada tanggal 9 Agustus dan 12 Agustus 2017.

Nunggu Teka sendiri mempunyai alur yang sederhana dengan mengetengahkan penantian seorang ibu yang menunggu anaknya pulang untuk berlebaran. Film ini masuk ke Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2017 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta. FSAI merayakan industri film Indonesia dan Australia, dan juga berbagi kebudayaan lewat film.

Mahesa lahir di Kediri, 1 September 1989. Film telah menjadi passion dan kehidupan baginya. Ia memulai berkenalan dalam produksi film semasa menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang. Saat itu ia tergabung dalam Lembaga Semi Otonom kampus SOCIETO SINEKLUB.  Menurutnya, film adalah ruang untuk memahami dunia dan mengekspresikan isi otaknya. Sejak kecil bioskop adalah wahana favoritnya.

Inspirasi Mahesa dalam membuat film bersumber dari kegelisahannya dalam memandang sebuah situasi sosial maupun lingkungan terdekat. Lalu setelah proses panjang, akhirnya pada semester 5 kuliah ia memutuskan untuk menekuni bidang film karena menurutnya membuat film itu menyenangkan dan mampu membuat ia berbicara banyak hal.

Terbilang sudah 6 judul film yang ada dalam katalog karyanya seperti film pertama KOMA (2008) lalu LENSA, KRING-KRING, GORESAN KANVAS, SEKOLAH LAYAR KACA, JUMPRIT SINGIT, KREMI, dan yang terbaru NUNGGU TEKA. Saat ini sudah dua film yang berhasil melanglang buana sampai ke festival Luar Negeri yaitu JUMPRIT SINGIT (2012) dan NUNGGU TEKA (2017).

(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING