CLOSE

Taufik Ismail Dukung Keberadaan LSF

Kapanlagi.com - Sejak reformasi digulirkan tahun 1998 dan meraih kemenangan, ditandai dengan kejatuhan rezim Orba, demokrasi yang didamba berjalan tidak keruan dan kebablasan. Kebebasan ideal sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan moralitas ketimuran tidak menampakkan wajah, sebaliknya justru menabrak kesantunan.

Kondisi demikian dikemukakan penyair dan budayawan Taufik Ismail. Ia menyebut demokrasi kebablasan itu sebagai Gerakan "Syahwat Merdeka", yang sekarang sudah muncul di hampir semua sisi kehidupan, termasuk seni film sebagai tontonan hiburan.

"Saya menamakannya gerakan syahwat merdeka," kata Taufik, usai penayangan guntingan adegan sejumlah produk dalam negeri dan asing yang dianggap sampah oleh Lembaga Sensor Film, di Jakarta, Selasa (16/01).

Acara itu sendiri bagian dari agenda pertemuan antara LSF dan Front Pembela Islam, yang ingin berdikusi dan melihat langsung kinerja lembaga sensor.

Menurut Taufik, film bioskop maupun televisi adalah media propaganda yang cukup ampuh untuk mempengaruhi atau mengubah pola pikir dan cara pandang masyarakat.

Kedua media itu, katanya, merupakan salah satu dari sekian target penyerangan gerakan 'syahwat merdeka', yang ingin memasukkan ide-ide gaya hidup amoral, termasuk perilaku seks bebas.

Taufik mengaku tidak tahu bagaimana dan dari mana gerakan itu muncul, tetapi menyatakannya sebagai sudah merasuk jauh ke dalam berbagai bentuk media informasi dan komunikasi.

Diungkapkannya, selain melalui bioskop dan televisi, gerakan 'syahwat merdeka' antara lain juga memanfaatkan internet, CD/DVD film, majalah, tabloid, koran dan buku.

"Semua mempertontonkan seks vulgar," katanya.

Sehubungan dengan itu, Taufik menyatakan LSF sebagai penjaga moral bangsa harus tetap dipertahankan keberadaannya.

Belum lama ini, kelompok sineas dan aktor/aktris muda, yang menamakan dirinya Masyarakat Film Indonesia, menyerukan agar lembaga bentukan pemerintah itu dibubarkan.

Bagi MFI, karya film cukup diatur dengan klasifikasi jenis dan batasan usia penonton yang dperbolehkan menyaksikannya.

"Moral bangsa ini sudah terkikis habis," kata Taufik.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/rit)

Rekomendasi

Trending