FILM INTERNASIONAL

24 Kontestan Yang Akan Saling Bunuh di 'CATCHING FIRE'

Rabu, 13 November 2013 20:01 Penulis: Mahardi Eka Putra

dok. Lionsgate

Kapanlagi.com - Tinggal menghitung hari, film CATCHING FIRE akan dirilis di bioskop-bioskop seluruh dunia. Sekuel dari THE HUNGER GAMES ini sangat dinanti lantaran akan menyajikan kelanjutkan kisah dari Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) melawan penindasan dari Capitol.

Pertarungan hidup mati keduapuluh empat tribute (konstestan) dalam CATCHING FIRE, tak bisa dipungkiri menjadi pertunjukan utama dalam film tersebut. Mereka masing-masing dengan keahliannya menggunakan senjata dan bertahan hidup di alam lepas akan mempertahankan hidup hingga hanya ada satu pemenang.

Sebelum menonton filmnya, kenali dulu kedua puluh empat tokoh yang akan bertarung dalam Quarter Quell, The Hunger Games ke-75!

1. Cashmere dan Gloss

Tak seperti kontestan dari distrik lainnya, para tribute dari Distrik 1 ini dengan senang hati ikut serta dalam turnamen. Bagi mereka, ikut dalam turnamen sama halnya dengan berkarir secara profesional. Cashmere dan Gloss adalah satu-satunya kakak beradik dalam sejarah turnamen yang pernah memenangkan The Hunger Games. Hebatnya lagi mereka memenangkannya secara berturutan. Mereka adalah pemenang dari Hunger Games ke-63 dan 64.

Keduanya punya hubungan yang erat dengan masyarakat Capitol. Bisa dibilang mereka menjadi salah satu kandidat juara dalam turnamen kali ini.

2. Brutus dan Enobaria

Brutus
Pria botak ini digambarkan berusia 40 tahun dalam buku. Ia adalah monster bertubuh besar yang secara terbuka mengungkap bahwa ia senang bisa bergabung kembali dalan The Hunger Games. Pria botak ini tertarik dengan kemampuan Katniss dalam memanah dan meminta untuk bisa membentuk tim dengan Katniss selama berada di arena. Ia adalah juara Hunger Games ke-55.

Enobaria
Enobaria diakui sebagai kontestan wanita paling garang dalam sejarah Hunger Games. Yang dikenang dari kemenangannya dalam Hunger Games adalah bahwa ia menggorok leher lawannya dengan gigi-gigi tajamnya. Pemenang The Hunger Games ke-62 ini mengabadikan kemenangannya dengan mengikir gigi-giginya mirip gigi hiu.

3. Wiress dan Beetee

Wiress
Distrik 3 dikenal karena kemajuan teknologi yang mereka punyai. Wiress adalah seorang penemu yang hebat meski ia tak lihai dalam berkomunikasi. Ia adalah sosok yang sangat pemalu dan sering berkata-kata dalam kalimat tak lengkap. Ia adalah pemenang Hunger Games ke-38.

Beetee
Pria satu ini juga seorang penemu. Ia menguasai segala gal yang berkaitan dengan listrik. Saat pertama kali bertemu dengan Katniss, pria satu ini langsung mengaku bahwa ia adalah sosok yang anti dengan Capitol. Ia memenangkan Hunger Games ke-35.

4. Finnick dan Mags

Finnick Odair
Tenang dan berkarisma, itulah Finnick Odair. Terlebih lagi ia punya tubuh atletis. Katniss sendiri mengakui keseksiannya tersebut. Sejak memenangkan Hunger Games ke-65 di usia 14, Finnick dikenal sebagai simbol seks Capitol. Beberapa kali ia menggoda Katniss saat persiapan turnamen.

Finnick adalah perenang hebat dan mahir dalam memancing. Keahliannya dalam menggunakan trisula telah tersebar ke seluruh Panem. Tak cukup hanya itu, ia juga menjadi kontestan favorit untuk memenangkan Hunger Games kali ini.

Mags
Dari penampilannya saja sudah ketahuan bahwa kontestan yang satu ini sudah tua dan kesulitan berjalan. Mags secara sukarela menggantikan kontestan lain yang histeris saat ia terpilih dalam Hunger Games kali ini. Pemenang Hunger Games ke-9 ini membuat kagum Katniss dengan kemampuannya membuat kail ikan dari bahan apa pun.

5. Kontestan tak bernama

Kedua kontestan dari Distrik 5 ini tak mendapat banyak perhatian selama Hunger Games. Namun yang pasti, kontestan prianya mencuri perhatian Katniss saat ia entah mengapa muntah di tempat pelatihan.

6. Para Morphling

Dua kontestan yang tak bernama dari Distrik 6 ini kecanduan dengan suatu zat bernama morphling. Keduanya bisa dikatakan sebagai pecandu. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan mereka ingin mengatasi trauma mereka akan turnamen Hunger Games. Terlepas dari sisi buruk mereka tersebut, keduanya pandai berkamuflase.

7. Johanna dan Blight

Johanna Mason
Johanna (Jena Malone) adalah satu-satunya pemenang wanita dari Distrik 7. Ia ahli dalam memainkan kapak dan menebang pohon. Pemenang Hunger Games ke-71 ini dikenal karena berpura-pura lemah sepanjang turnamen dan akhirnya melepas keahlian membunuhnya di akhir turnamen.

Sejak kemenangannya tersebut, Johanna dikenal sebagai ikon fashion nomor satu di Capitol. Ia iri dengan Katniss yang mendapat penata busana Cinna.

Blight
Susah menggambarkan kontestan satu ini karena ia jarang menampakkan diri selama latihan.

8. Woof dan Cecelia

Woof
Woof adalah pria yang sudah sangat berumur. Ia bahkan sedikit tulis menjelang turnamen. Saking frustasinya pemenang Hunger Games ke-17 ini berusaha untuk menelan serangga beracun saat berada di tempat pelatihan.

Cecelia
Wanita berusia 30 tahun ini harus meninggalkan 3 anaknya untuk bertarung kembali dalam The Hunger Games. Cecilia sejak memenangkan Hunger Games dulu beralih membuat kain dan pakaian dan hidup tenang.

9. Tak bernama

Kedua kontestan dari Distrik 9 tidak banyak dibahas dalam bukunya. Entah dalam filmnya nanti. Kita tunggu saja.

10. Tak bernama lagi

Masyarakat di distrik 10 adalah peternak. Kedua konstestan dari distrik ini mengenakan pakaian ala Sapi. Bukan sosok yang patut dijagokan untuk menang dalam turnamen tentunya.

11. Chaff dan Seeder

Chaff
Chaff telah lama menjadi teman minum Haymitch sejak lama. Chaff digambarkan sebagai sosok pria tinggi besar berkulit hitam dan kehilangan satu tangannya saat Hunger Games ke-45. Ia pun kerap bercanda ala Haymitch

Seeder
Seeder mungkin sama tuanya seperti Seeder dan bisa jadi lebih tua. Ia langsung memeluk Katniss saat pertama kali bertemu dengannya. Pelukan tersebut adalah pelukan terima kasih karena telah mendampingi Rue di Hunger Games belumnya.

12. Katniss dan Peeta

Mereka berdua adalah tokoh utama dalam cerita. Keduanya bersama-sama memenangkan The Hunger Games ke-74. Istimewa bukan. Hal tersebut dikarenakan kisah asmara keduanya telah membuat rating Hunger Games naik tajam sehingga tak mungkin salah satunya dibunuh.

Kini keduanya pun terpilih lagi ke dalam turnamen. Seperti apakah aksi mereka dalam Hunger Games ke-75?

(zim/dka)

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING