Marty Supreme: Fakta Lengkap Film - Timothee Chalamet
Credit: A24
Kapanlagi.com - Film MARTY SUPREME, sukses mencuri perhatian sejak pertama kali diumumkan. Bukan cuma karena dibintangi oleh Timothee Chalamet, tapi juga karena deretan fakta unik di balik layarnya yang bikin film ini terasa beda dari yang lain. Mulai dari prestasi bergengsi sampai proses produksi yang nggak main-main.
Tak heran jika MARTY SUPREME langsung jadi bahan perbincangan di kalangan penikmat film dan pop culture. Film ini bukan hanya menawarkan cerita yang segar, tetapi juga menunjukkan ambisi besar A24 dalam mengeksplorasi genre dan pendekatan visual yang lebih berani.
Dengan konsep unik, totalitas para pemain, serta strategi promosi yang nyeleneh, MARTY SUPREME perlahan membangun ekspektasi tinggi bahkan sebelum resmi tayang di layar lebar. Berikut fakta-fakta unik Film MARTY SUPREME yang wajib kamu tahu.
Advertisement
Ikuti berita film lainnya di liputan6.com!
1. Masuk Daftar Film Terbaik Versi AFI
MARTY SUPREME resmi mendapat pengakuan bergengsi dari American Film Institute (AFI) dengan masuk dalam daftar film terbaik tahun ini di ajang AFI Awards 2025. Pencapaian ini menempatkan film produksi A24 tersebut sejajar dengan deretan film unggulan lain yang mendapat sorotan besar dari kritikus dan pelaku industri perfilman.
Masuknya MARTY SUPREME ke daftar prestisius ini sekaligus menjadi bukti bahwa film tersebut tidak hanya unggul secara konsep, tetapi juga kuat dari sisi cerita, akting, hingga visi penyutradaraan. Nggak heran kalau film ini kemudian makin sering diperbincangkan dan disebut-sebut sebagai salah satu rilisan paling berpengaruh di tahun ini.
2. Timothee Memenangkan Penghargaan Golden Globe untuk Aktor Terbaik
Usaha Timothee Chalamet dalam menggapai mimpinya selama ini akhirnya membuahkan hasil. Aktor berusia 29 tahun ini sukses membawa pulang penghargaan Golden Globe untuk best actor in a Motion Picture - Musical or Comedy di ajang Golden Globes ke 38 berkat perannya sebagai Marty Mauser dalam film MARTY SUPREME yang disutradarai oleh Josh Safdie.
Kemenangan ini menjadi Golden Globe pertama bagi Timothee Chalamet setelah sebelumnya empat kali masuk nominasi, lewat CALL ME BY YOUR NAME (2018), BEAUTIFUL BOY (2019), WONKA (2024), dan A COMPLETE UNKNOWN (2025). Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa syukur dan mengungkapkan pengalaman kegagalan sebelumnya yang membuat kemenangan kali ini terasa manis seperti dilansir dari rollingstone.com.
3. Timothee Chalamet Latihan Tenis Meja selama 7 Tahun
Timothee Chalamet menunjukkan totalitas luar biasa untuk film MARTY SUPREME, proyek yang telah ia persiapkan sejak 2018, jauh sebelum film tersebut diproduksi. Demi memerankan Marty, seorang jenius tenis meja, Chalamet menjalani latihan intensif selama bertahun-tahun, bahkan sampai mengganti furnitur apartemennya dengan meja tenis meja dan membawa perlengkapan latihan ke berbagai lokasi syuting dunia, mulai dari London hingga Abu Dhabi seperti dilansir dari thenews.com.
Ia mengaku peran ini sangat personal karena mencerminkan dirinya sebelum terkenal yaitu seorang anak New York dengan ambisi besar yang rela mengambil risiko dan bekerja keras demi mengejar mimpi seperti dilansir dari thenews.com.
4. Timothee Chalamet Mengenakan Kacamata Minus Asli
Timothee Chalamet kembali membuktikan totalitasnya dengan mengenakan kacamata minus asli selama proses syuting film ini demi benar-benar menyatu dengan karakter yang sedang ia perankan menurut projectcasting.com. Sutradara Josh Safdie juga mengambil langkah ekstrim yaitu dengan memasang lensa kontak yang mengganggu penglihatan chalamet sehingga ia hanya bisa melihat dengan jelas saat memakai kacamata tersebut persis seperti karakter atlet tenis meja profesional yang ia mainkan.
Safdie juga mengatakan bahwa pada saat itu, mereka mengatakan akan memasang lensa kontak +10 di mata chalamet, lalu memasang lensa -10 di depannya jadi, ketika kacamatanya jatuh, dia tidak bisa melihat apa-apa. Meski sempat merasa pusing dan menggambarkan pengalamannya seperti hidup di dalam akuarium, Chalamet tetap menjalani metode ini dengan penuh komitmen.
5. Merchandise Marty Supreme Jadi Fenomena Fashion
Menurut situs observer.com, awalnya Chalamet mengirim jaket merchandise film ini ke atlet dan selebritis dunia seperti Stephen Curry, Tom Brady, Michael Phelps, Ringo Starr, dan banyak lainnya. Awalnya bukan untuk dijual, tapi akhirnya dirilis karena viral. Chalamet, Kid Cudi, dan Frank Ocean terlihat mengenakannya dalam berbagai warna. Jurnalis mode GQ Samuel Hine bahkan bertanya-tanya apakah jaket ini akan menjadi pakaian paling ikonik tahun 2025. Antusiasme fans membuktikannya dalam pop-up store empat jam di SoHo, New York, jaket seharga USD 250 atau sekitar Rp3,9 juta itu terjual habis setelah antrean panjang.
Chalamet bahkan datang langsung menyapa fans dan membagikan merchandise. Jaket tersebut tidak dijual di toko online A24, dan belum jelas apakah akan tersedia nantinya. Namun fenomena ini mengingatkan pada model penjualan terbatas ala Supreme sebagai bukti betapa efektifnya A24 memanfaatkan budaya hype. Hingga akhirnya MARTY SUPREME bukan hanya jadi film, tetapi juga simbol ambisi dan gaya hidup yang melekat di budaya pop.
6. Promosi Film Paling Nyeleneh dari A24
Seperti dilansir dari voguehk.com, film MARTY SUPREME kembali menjadi sorotan karena bentuk promosinya yang dianggap nyeleneh dan sulit dilupakan. Mulai dari video rapat Zoom palsu yang sempat dikira bocoran internal, pemutaran dadakan 30 menit film di Times Square, pop-up store yang sampai bikin polisi turun tangan, menyalakan Empire State Building jadi oranye, ikut audisi nyeleneh bareng Druski, hingga aksi paling ekstrim yaitu berdiri di atas Las Vegas Sphere yang berubah warna seperti bola ping pong, semua dilakukan demi menyebarkan semangat pengejaran mimpi ala Marty.
Selain itu, balon udara (blimp) oranye terang bertuliskan judul film dan tagline Dream Big terlihat terbang di langit New Braunfels, Texas, akhir pekan lalu. Tujuannya satu yaitu membuat orang penasaran. Meski menuai pro dan kontra, Chalamet menegaskan semua aksi itu dilakukan sepenuhnya dalam jiwa Marty Mauser, menjadikan promosi MARTY SUPREME sebagai salah satu kampanye film paling kreatif dan dibicarakan belakangan ini.
7. Ada Sekitar 140 Orang Non-Aktor di Film Ini
Cast dan Characters MARTY SUPREME menghadirkan kombinasi pemain yang nggak biasa dan bikin film ini terasa makin autentik. Selain dibintangi aktor papan atas dan talenta pendatang baru, MARTY SUPREME juga melibatkan sekitar 140 non-aktor, termasuk Kevin O Leary dari Shark Tank, mantan bintang NBA Tracy McGrady dan Kemba Walker, rapper Tyler, the Creator, hingga seniman highwire asal Prancis Philippe Petit. Kehadiran mereka memberi warna unik sekaligus nuansa dunia nyata yang kuat, sejalan dengan visi Josh Safdie yang ingin menghadirkan pengalaman sinematik terasa mentah, real, dan penuh energi seperti dilansir dari directv.com.
8. Properti Raket Tenis Palsu Patah Akhirnya Pakai yang Asli.
Pada salah satu adegan film Marty Supreme, ada momen dimana karakter Marty Mauser (Timothee Chalamet) dipukul dengan raket tenis meja oleh karakter Milton Rockwell (Kevin O Leary). Adapun alasan mengapa adegan Marty Supreme sebenarnya menampilkan Timothee Chalamet dengan pipi merona, itu karena Leary memukulnya dengan raket tenis meja asli. Menurut Leary seperti dilansir dari cinemablend.com, ada raket palsu yang mereka coba gunakan, dilengkapi dengan engsel dan bantalan busa untuk mengurangi dampak pada tubuh rekan mainnya, tetapi raket itu akhirnya pecah. Awalnya, tim produksi menyiapkan properti raket palsu dan bahkan stunt double untuk adegan tersebut.
Seperti dilansir dari cinemablend.com, ketika pengambilan gambar dimulai, raket palsu itu langsung patah pada pukulan pertama. Akibatnya, adegan itu dilanjutkan dengan raket tenis meja asli, dan Chalamet menolak menggunakan stunt double sehingga ia sendiri yang menerima pukulan demi menjaga realisme adegan tersebut bahkan beberapa take sampai dilakukan lebih dari selusin kali. Leary sendiri menyebut Chalamet bersikeras melakukan adegan itu tanpa pengganti dan menyatakan bahwa menggunakan raket asli memberi hasil yang lebih nyata di layar.
9. FAQ
Marty Supreme tentang apa?
Film Marty Supreme mengikuti perjalanan seorang jenius tenis meja yang mengejar mimpi besar, ambisi, dan tekanan dunia kompetitif.
Siapakah Timothee Chalamet?
Timothee Chalamet adalah aktor Amerika yang memulai kariernya lewat peran kecil di serial TV seperti Homeland, lalu debut film panjang pada 2014 melalui Men, Women & Children dan Interstellar. Setelah sempat kuliah setahun di Columbia University, ia memilih fokus penuh pada dunia akting dan membintangi sejumlah film independen. Namanya melejit lewat film Call Me by Your Name (2017) karya Luca Guadagnino, yang memberinya banyak nominasi penghargaan bergengsi termasuk Oscar. Ia juga dikenal lewat kolaborasinya dengan Saoirse Ronan dalam film Lady Bird (2017) dan Little Women (2019), serta fasih berbahasa Inggris dan Prancis.
Apakah Fran Drescher bermain di Marty Supreme?
Ya, Fran Drescher telah mencuri perhatian dengan perannya yang memukau sebagai ibu Timothee Chalamet dalam film Marty Supreme.
Apakah Marty Supreme berdasarkan kisah nyata?
Marty Supreme terinspirasi oleh kehidupan nyata Marty Reisman, seorang legenda tenis meja Amerika Serikat.
Apa alur cerita utama film tersebut?
Ceritanya fokus pada perjalanan naik-turun sang atlet tenis meja menuju puncak, penuh rivalitas, tekanan, dan mimpi besar.
Siapakah pemain pingpong terhebat sepanjang masa?
Banyak yang menyebut Jan-Ove Waldner sebagai legenda terbesar tenis meja dunia.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/dla)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
