Menjamurnya Serial Televisi, Bagai Candu Telenovela!

Jum'at, 05 Juni 2015 14:52 Penulis: Adhib Mujaddid
Menjamurnya Serial Televisi, Bagai Candu Telenovela! Game of Thrones @foto: HBO
Kapanlagi.com - Jangan terkejut bila akhir-akhir ini teman-teman di sekitarmu sering membicarakan serial-serial televisi. Yap, negara-negara Barat memang sedang rajin-rajinnya memproduksi serial dalam beberapa tahun terakhir. Lalu, apa sih sebenarnya nilai plus serial?

Seperti yang kamu tahu, akhir-akhir ini GAME OF THRONES (2011-sekarang) begitu menyita perhatian dunia. Belum lagi serial hebat lainnya macam BREAKING BAD (2008-2013), THE WALKING DEAD (2010-sekarang), PRISON BREAK (2005-2009) atau THE WIRE (2002-2008). Coba cek, serial-serial tersebut sukses mencetak rating di atas angka 8, termasuk di IMDB.

Serial menawarkan jalan cerita yang panjang dan detail. Durasi yang jauh lebih panjang dibanding film lepas membuat sutradara lebih leluasa mengatur jalan cerita. Intrik bisa dibuat serumit mungkin, konflik bisa dimainkan sesering apapun. Inilah salah satu nilai plus paling besar sebuah serial.

Breaking Bad, salah satu paling fenomenal @foto: AMCBreaking Bad, salah satu paling fenomenal @foto: AMC

Rata-rata, satu episode serial televisi berdurasi 45-60 menit. Rangkaian episode tersebut dibungkus dalam kemasan yang biasa disebut season. Satu season biasanya terdiri 10 hingga 13 episode.

Satu judul serial televisi bisa memakan waktu 3 hingga 5 tahun atau lebih, tergantung berapa season yang diinginkan oleh produser. Ambil salah satu contoh, GAME OF THRONES telah memasuki season kelima dan masih belum ada tanda-tanda serial ini akan segera berakhir.

Beberapa nama besar layar lebar tak segan untuk ikut membintangi serial televisi. Sebut saja Eva Green dan Josh Hartnett di PENNY DREADFUL atau Sean Bean di GAME OF THRONES. Ini adalah salah satu bukti bahwa serial televisi sudah jadi primadona di dunia industri film.

Eva Green, salah satu bintang serial TV @foto: SplashnewsEva Green, salah satu bintang serial TV @foto: Splashnews

Terlepas dari kelebihan di atas, salah satu hal yang paling menyebalkan bagi penggemar serial adalah 'menunggu'. Yap, jeda setiap episode adalah satu minggu, sementara itu jarak antar season lebih kejam lagi, minimal setahun. Nah, kebayang kan rasa penasaran ketika jalan cerita hampir mencapai klimaks tiba-tiba episode atau season berakhir?

Tidak sedikit para penggemar serial cemas dan tak sabar menanti episode berikutnya, mirip dengan ibu-ibu yang sedang kecanduan telenovela atau sinetron. Banyak yang bilang, menonton serial lain adalah obat paling mujarab di saat 'tersiksa' menunggu episode atau season baru.

Beberapa kawan memutuskan untuk menunda menonton sebuah serial benar-benar berakhir. Tujuannya jelas, menghindari 'sakitnya' menunggu  dan menonton secara 'maraton' nantinya. So, kamu tergolong orang yang mana? Aktif menonton serial, tidak sama sekali, atau memilih 'maraton'? Lalu serial apa saja yang favoritmu?

(kpl/adb)

Editor:

Adhib Mujaddid


REKOMENDASI
TRENDING