'TIMBUKTU', Kisah Kerasnya Ajaran Islam di Mauritania

Selasa, 24 Februari 2015 19:52 Penulis: Rahmi Safitri
'TIMBUKTU', Kisah Kerasnya Ajaran Islam di Mauritania Adegan dalam TIMBUKTU ©
Kapanlagi.com - Salah satu film yang mendapat apresiasi dari dunia adalah TIMBUKTU. Film yang disutradarai oleh Abderrahman Sissako ini adalah kerja sama antara Mauritania dan Prancis.

Film ini menyoroti tentang ketatnya aturan Islam di Mauritania. Seperti contohnya seorang penjual ikan wanita harus selalu pakai sarung tangan ketika berjualan, seorang penyanyi wanita dicambuk 40 kali karena menyanyi, dan sebagainya.

TIMBUKTU bercerita tentang seorang nelayan yang membunuh seekor sapi yang masuk di jaring ikannya. Si pemilik sapi tak terima, sehingga berkelahi dan membunuh si nelayan.

Poster film TIMBUKTU © Arte France CinemaPoster film TIMBUKTU © Arte France Cinema

Ibu dari nelayan tak terima dengan pembunuhan putranya. Pengadilan menetapkan, pemilik sapi harus membayar uang darah dengan memberi 40 ekor hewan peliharaanya kepada ibu nelayan. Sayangnya, si tersangka hanya punya tujuh ekor sapi dan tak mampu membayar uang darah. Sebagai gantinya, pemilik sapi tersebut harus dieksekusi mati.

Hukuman mati kepada si pemilik sapi dilakukan oleh orang-orang yang dalam film disebut sebagai penjajah Islam. Sayangnya, para penjajah tersebut malah melanggar aturan yang mereka buat sendiri, contohnya merokok dengan seenaknya.

TIMBUKTU sukses memenangkan Prize of The Ecumenical Jury dan Francois Chalais Prize di 2014 Cannes Film Festival. Film ini juga dinominasikan dalam Film Berbahasa Asing Terbaik di Oscar 2015. Rotten Tomatoes menyebut TIMBUKTU sebagai, "Film tepat dengan pesan yang kuat."

(kpl/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING