Bawa Alquran, Lindsay Lohan Sempat Merasa Dipandang Seperti Iblis

Selasa, 24 Januari 2017 07:08 Penulis: Helmi Romadhon
Bawa Alquran, Lindsay Lohan Sempat Merasa Dipandang Seperti Iblis Lindsay Lohan © FameFlynet

Kapanlagi.com - Isu Lindsay Lohan menjadi mualaf masih terus diperdebatkan banyak orang, beberapa waktu terakhir ini. Pernah tertangkap kamera membawa Alquran, mengenakan hijab, sampai menuliskan kata salam di Instagram membuat beberapa orang yakin Lindsay masuk Islam. Padahal tidak begitu.

Beberapa waktu yang lalu, ibu Lindsay Lohan pun sempat mengelak putrinya pindah agama. Dan sebenarnya, pada Oktober tahun kemarin, Lindsay juga sempat memberikan statement dalam sebuah interview bersama dengan TV Show Turki, Haber Turk.

"Teman dekatku yang sering banget bareng sama aku di London itu orang Arab Saudi, dan dia memberiku Alquran. Terus aku bawa itu ke New York buat dipelajari. Aku terbuka aja untuk belajar spiritual untuk melihat arti lain yang sebenarnya. Dan inilah aku," ungkap saat ditanya apa alasan sebenarnya membawa Alquran.

Lindsay Lohan sempat dikabarkan masuk Islam © Instagram.com/lindsaylohanLindsay Lohan sempat dikabarkan masuk Islam © Instagram.com/lindsaylohan

Kepindahan Lindsay ke London dan sering menghabiskan waktu di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim juga sempat menguatkan isu perpindahan agama Lindsay. Padahal, Lindsay pindah karena mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat diketahui tengah mempelajari agama Islam. Dia sempat merasa diperlakukan seperti iblis.

"Mereka 'mendiskriminasi' saya soal itu di Amerika. Mereka membuatku terlihat seperti iblis. Kayak aku merasa jadi orang yang buruk karena memegang Alquran. Dan aku senang pergi dari Amerika dan balik ke London setelah itu, karena aku merasa nggak nyaman dengan negaraku sendiri," lanjutnya.

Tapi bukan hanya itu yang membuat Lindsay memutuskan untuk 'keluar' dari Amerika. Di awal interview, pemain MEAN GIRLS ini juga sempat menceritakan soal kehidupannya di Hollywood. Dan saat itu juga, ia mengaku sudah tak nyaman dengan sorotan media yang terus-terus menghantuinya.

(kpl/mhr)

Editor:

Helmi Romadhon


REKOMENDASI
TRENDING