SELEBRITI

4 Stasiun Televisi Disemprot KPI Terkait Penggerebekan Vicky Prasetyo

Selasa, 04 Desember 2018 07:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Video penggerebekan Vicky Prasetyo dinilai tak mendidik / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Nama Vicky Prasetyo sempat meledak secara tiba-tiba beberapa waktu lalu karena aksinya melakukan penggerebekan terhadap sang istri, Angel Lelga. Kala itu, Vicky yang super emosional menuding jika Angel tengah beduaan di kamar bersama pria lain.

Nah, Vicky sendiri mengajak beberapa awak media untuk hadir bersamanya guna meliput langsung aksi penggerebekan menghebohkan tersebut. Sontak saja beritanya langsung heboh bukan main. Terhitung ada 4 stasiun televisi yang terlibat menayangkan aksi Penggerebekan Vicky, yakni RCTI (Silet), Trans TV (Insert Pagi, Insert Siang, Insert Today), iNews TV (Silet, Intens Reborn), dan Trans 7 (Selebrita Pagi).

Sementara itu, pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai tayangan tersebut sangat tidak mendidik. Terlebih lagi, aksi Vicky itu juga dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang kewajiban program siaran menghormati hak privasi, kewajiban program siaran memperhatikan dan melindungi kepentingan anak serta larangan program siaran menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku tidak pantas.

1. Sanksi Untuk 4 Stasiun TV

Sanksi berbentuk teguran dilayangkan oleh Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis kepada 4 stasius televisi yang disebut di atas. Andre, begitu sapaan akrabnya, juga langsung menghubungi 4 stasiun televisi tersebut setelahnya. Hal ini sesuai dengan kewenangan KPI yaitu mengambil tindakan pasca tayang, bukan sebelum atau pra-tayang.

"Akhir pekan lalu, kami langsung mengumpulkan seluruh bahan dan bukti tayangan seluruh program acara di televisi yang menayangkan adegan penggerebekan tersebut untuk dianalisa, apakah terbukti melakukan pelanggaran terhadap aturan. Selasa kemarin, kami langsung mengadakan rapat pleno dan memutuskan memberi sanksi untuk program-program yang dinilai melanggar aturan P3 dan SPS KPI," jelas Yuliandre.

2. Dilanjutkan ke Presiden

Yuliandre menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi lebih keras kepada stasiun televisi ini jika pelanggaran yang sama terulang lagi. Bahkan, Andre juga melaporkan kejadian ini ke orang nomor 1 Indonesia, Presiden Joko Widodo, sebagai bahan pertimbangan.

"Kami juga menembuskan surat sanksi ini ke Presiden," sambungnya.

3. Bukan Cuma Video Vicky

Menurut keterangan dalam surat sanksi KPI, keempat stasiun televisi menayangkan penggerebekan rumah Angel Lelga saat bersama dengan seorang pria di dalam kamar. Terdapat juga muatan saat Vicky memanjat pagar rumah, mendobrak pintu rumah dan kamar, hingga terjadi perseteruan antara keluarga Vicky dengan Angel Lelga. Semua adegan ditemukan pada 19 November 2018 lalu.

"Sanksi ini selain ditujukan kepada empat stasiun televisi, juga merupakan pesan kepada seluruh lembaga penyiaran bahwa tayangan semacam itu tidak boleh ditampilkan," sambung Komisioner sekaligus Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano.


REKOMENDASI
TRENDING