7 Fakta Proses Persalinan Dahlia Poland, Normal Dibantu Vacuum

Kamis, 09 Februari 2017 11:38 Penulis: Wulan Noviarina
7 Fakta Proses Persalinan Dahlia Poland, Normal Dibantu Vacuum Dahlia Poland ©instagram/dahliachr

Kapanlagi.com - Menjadi seorang ibu di usia muda bukanlah yang mudah bagi siapa saja, tak terkecuali buat Dahlia Poland yang menikah dengan Fandy Christian di usia yang baru menginjak 18 tahun. Tak hanya menikah muda, tapi Dahlia juga menjadi ibu muda di usia yang belum genap 20 tahun.

Namun Dahlia tak nampak menyesal dengan keputusannya menikah di usia belia. Ia pun bahagia karena sekarang sudah punya bayi laki-laki yang diberi nama James James Nathanniall Christian Halomoan.

Momen kelahiran James tahun 2016 lalu masih dikenang oleh Dahlia. Ia pun menguraikan, bagaimana proses persalinan si buah hati yang sekarang sudah berusia tiga bulan itu.

Lahir Normal

Dahlia memilih melahirkan secara normal ©instagram.com/dahliachrDahlia memilih melahirkan secara normal ©instagram.com/dahliachr


Berbeda dengan generasi muda masa kini yang lebih suka melahirkan secara caesar, Dahlia Poland memilih untuk melakukannya dengan jalan normal. Dokter memperkirakan Dahlia akan melahirkan jatuh pada tanggal 12 November 2016, namun ternyata James tak kunjung keluar sampai tanggal 13.

Induksi

Karena bayi lahir lebih HPL, dokter melakukan induksi pada Dahpol ©instagram.com/dahliachrKarena bayi lahir lebih HPL, dokter melakukan induksi pada Dahpol ©instagram.com/dahliachr


Tak gegabah, dokter menunggu Dahlia sampai merasakan kontraksi sendiri. Ternyata, perut Dahlia baru mulas pada tanggal 14 November.

"Tanggal 13 malam masih belum mules juga, tapi ada kontraksi yang udah berasa 10-15 menit sekali. Tapi cuma kenceng-kenceng aja. Berarti tanggal 14 udah harus induksi," tulis Dahlia di Instagramnya.

Tanggal 14 November pagi, dokter memasang CTG untuk cek kontraksi yang ternyata sudah 10 menit sekali. Suster pun cek bagian dalam, dan ternyata sudah bukaan dua. Akhirnya pagi itu, pukul 08.00 WIB Dahlia masuk ruang bersalin dengan ditemani Fandy.

"Jam 9 induksi lewat infus baru dipasang. Sampai akhirnya jam 9 lewat Fandy harus pergi ke lokasi untuk kerja. Sampe jam 12 mulesnya masih bisa ditahan, tapi jaraknya udah 5 menit. Suster bantu cek dalam ternyata masih bukaan 2," kenang Dahlia.

Bosan

Selama proses persalinan, Dahlia bosan menunggu bukaan yang tak kunjung bertambah ©instagram.com/dahliachrSelama proses persalinan, Dahlia bosan menunggu bukaan yang tak kunjung bertambah ©instagram.com/dahliachr


Selama menunggu bukaan bertambah, Dahlia merasa bosan. Untuk mengusirnya, ia mendengarkan lagu. Kemudian suster memberikan injeksi pelunak leher rahim agar bukaan bisa lebih cepat.

"Tapi dicek, 2 jam masih tetep bukaan 2. Akhirnya disuntikin lagi pelunak leher rahim yang ke-2. Sekitar jam 3 akhirnya bukaan nambah jadi 3cm, dokter ngecek buat mastiin semuanya oke. Tapi karena menurut dokter terlalu lama, akhirnya disuntik lagi deh buat perileks rahim," kisah Dahlia.

Proses ini ternyata berlangsung lama, sampai 4 jam berikutnya Dahlia belum juga melahirkan. Sampai akhirnya Fandy selesai bekerja dan mengabarkan sudah menuju rumah sakit.

"Suster masuk buat suntik lagi perileks rahim, supaya sore anaknya bisa lahir. Jam 5 dicek dalem lagi ternyata udah bukaan 5 dan mulesnya sudah nggak bisa ditahan karena ternyata kontraksi buatan dari induksi memang terasa lebih sakit," ungkapnya.

James Seolah Menunggu Fandy
James seolah menunggu Fandy sebelum lahir ke dunia ©instagram.com/dahliachrJames seolah menunggu Fandy sebelum lahir ke dunia ©instagram.com/dahliachr

Fandy tiba di rumah sakit sekitar pukul 5-6 sore, setelah itu Dahlia langsung dibawa ke ruang bersalin. Dokter memutuskan untuk memecah ketuban secara manual karena posisinya masih kurang turun.

"Padahal udah jalan mulu, jongkok berdiri, naik turun tangga sampai ngepel jongkok. Udah bukaan 6, rasanya sudah nggak tahan pengen ngeden tapi belum boleh. Udah nggak bisa ngomong, nggak bisa gerak badan rasanya kaku. Dokter masuk, saya langsung bilang kalo nggak tahan sama mulesnya. Akhirnya dokter langsung siap-siap. 'Sini Dahlia, saya bantu ya..," kenang Dahlia.

James seolah menunggu kedatangan Fandy untuk lahir ke dunia. Setelah sang ayah datang, bukaan Dahlia mulai bertambah. Namun proses persalinan belum selesai sampai di sini...

Dibantu Vacuum

Kelahiran James dibantu alat vacuum ©instagram.com/dahliachrKelahiran James dibantu alat vacuum ©instagram.com/dahliachr

Sampai pukul 6 malam, James belum juga lahir ke dunia. Dokter pun sudah melakukan episiotomi alias menggunting jalan lahir. Dahlia juga sudah mengejan sebanyak 5 kali, tapi James masih belum juga mau keluar.

Akhirnya dokter memutuskan untuk memakai alat vakum untuk mengeluarkan James. Ketika Dahlia mulas, dokter memasukkan alat vakum dan Dahlia kembali mengejan.

James Lahir
James akhirnya lahir pada pukul 18.40 WIB ©instagram.com/dahliachrJames akhirnya lahir pada pukul 18.40 WIB ©instagram.com/dahliachr

Tepat pada pukul 06.40 malam, James akhirnya lahir ke dunia dengan berat 3,3 kg dan panjang 51cm. Ternyata, yang membuat James susah keluar adalah karena ada 2 lilitan tali pusat di lehernya.

"Sakit yang tadinya begitu hebat banget, langsung ilang gitu aja," ungkap Dahlia.

Namun ia sempat panik ketika James tidak langsung menangis. Ternyata ada cairan slime di mulut dan hidung James, yang setelah dibersihkan si bayi langsung menangis kencang.

"Niatnya mau IMD tapi ternyata badan menggigil dari pengaruh obat. Jadinya gabisa. Tapi suster baik, setelah 5 menit James di dalam inkubator aku boleh peluk dia sebentar dan foto. James di dalam inkubator selama 6 jam, dan kita baru ketemu lagi jam 7 pagi tanggal 15 November," urai Dahlia.

ASI Eksklusif
Dahlia memberikan ASI eksklusif buat James ©instagram.com/dahliachrDahlia memberikan ASI eksklusif buat James ©instagram.com/dahliachr

Begitu James ada di pelukannya, Dahlia langsung menyusui si buah hati. Sampai saat ini James masih meminum ASI dan Dahlia bertekad akan memberikannya sampai usia 2 tahun.

"Hamil dan melahirkan itu... Nggak bisa ngomong deh, asli," pungkasnya.

(kpl/phi)

Editor:

Wulan Noviarina


REKOMENDASI
TRENDING