Ahmad Dhani Sayangkan Tuduhan Penjiplakan Lagu

Ahmad Dhani Sayangkan Tuduhan Penjiplakan Lagu Ahmad Dhani Foto: Budi

Kapanlagi.com - Siapapun tak akan menyangkal jika Ahmad Dhani adalah sosok musisi jempolan yang menelurkan banyak hits dan produser kawakan yang telah memunculkan banyak artis muda berkualitas. Meski begitu, Dhani tak membantah jika dirinya juga sering kali menyadur lagu orang lain. Tapi dia selalu berjalan di jalur yang benar dan melakukannya sesuai prosedur."Saya tidak masalah, yang penting industri musik ini berjalan sudah ada aturan mainnya. Seperti isu yang berjalan bahwa ada pengamat musik senior yang menuduh saya menjiplak lagunya Michael English dan Sergio Mendez Do You Believe in Love sama Real Life. Saya sih nggak masalah, mereka menuduh, saya baik-baik saja. Cuma sayangnya kok ada tokoh senior yang menuduhkan itu ke saya," akunya saat ditemui di kediamannya di Pondok Indah beberapa waktu lalu.Diakui oleh Dhani, tuduhan semacam itu amat menggelikan. Pasalnya, apa yang dilakukannya memang sesuai dengan prosedur yang berlaku."Menurut saya sangat menggelikan sekali pada saat saya dituduhkan seperti itu karena sesungguhnya ada sebuah cara baru dalam industri musik yang mungkin saya memulai duluan dengan cara yang benar," terang Dhani."Jadi ada sebuah lagu Barat yang kita mintakan izinnya seperti lagu Real Life di albumnya Sergio Mendez yang ada pengarang lagunya. Seperti lagu saya yang kerja sama dengan Chrisye di lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada, itu adalah sebuah lagu Barat yang liriknya disadur sama saya. Itu ciptaan Steven Simons," lanjut duda tiga anak tersebut.Tapi Dhani membantah jika dia mencontek lagu tersebut. "Kita minta izin dengan Musica, karena Chrisye waktu itu dengan Musica, untuk disadur lagunya. Dan saya tidak mencontek, saya minta izin sadur lagunya. Untuk Cinta Mati Dua, itu juga ada di dalam albumnya Sergio Mendez tahun 1980-an karya Alfonso," katanya.Ditambahkan oleh Dhani, dia pun telah membayar mahal untuk mengurus izin menyadur lagu Do You Believe in Love. Dan semuanya sudah berjalan sesuai prosedur dan konstitusional yang ada."Kita sudah izin, kalau boleh baru kita rilis, jadi EMI tidak mungkin merilis sesuatu yang ilegal," tegas Dhani lagi."Secara hukum, kalau seorang pencipta menguasakan kepada publisher, maka yang mempunyai hak mengelolanya adalah publisher. Justru kalau kita langsung ke penciptanya justru kita melanggar hukum. Jadi yang dilakukan teman-teman di Malaysia dengan timnya Tang itulah yang paling benar. Masalah nanti penciptanya tidak terima itu nanti urusannya dengan publishing," tambah Arnel Affandi, Managing Director EMI Music Indonesia.Ā Ā 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/buj/npy)

Rekomendasi
Trending