Aqiqah Anak Kedua, Ayu Dewi Bikin Acara Mohuntingo Adat Gorontalo

Minggu, 27 Agustus 2017 16:15 Penulis: Rahmi Safitri
Aqiqah Anak Kedua, Ayu Dewi Bikin Acara Mohuntingo Adat Gorontalo Ayu Dewi © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Sebuah acara diselenggarakan oleh pasangan selebritis Ayu Dewi dan Regi Datau. Acara itu dalam adat Gorontalo disebut dengan Mohuntingo untuk putra mereka Mohamad Aqlan Akasah Datau. Itu adalah istilah lain untuk menyebut aqiqah di daerah tersebut.

Mohuntingo ini juga terdiri dari beberapa acara seperti pembacaan Yasin, gunting rambut, dan lain-lain. Di bagian depan acara ada gantungan dua buah pisang dan pinang. Ternyata pisang itu punya filosofi sendiri.

"Pisang itu filosofinya hidup selalu berumpun nggak pernah sendiri. Pisang juga. Dia tidak akan mati sebelum beregenerasi. Ketika beregenerasi baru, setelah itu baru mati. Keturunan selanjutnya, regenerasi orangtuanya," jelas Regi di acara mohuntingo yang digelar di kawasan Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Minggu (27/8).

"Diharapkan keluarga kita ini seperti pohon pisang. Kita akan selalu melahirkan keturunan-keturnan yang baik, soleh, berguna bagi orangtua dan negara.  Hari ini seneng banget Alhamdulillah. Aqiqah udah, gunting rambut melambangkan anak ini sudah memasuki usia 40 hari. Menuju dunia yang nantinya akan dia arungi," lanjut Ayu menambahkan pernyataan suaminya.

Prosesi aqiqah untuk Aqlan © KapanLagi.com®/Budy SantosoProsesi aqiqah untuk Aqlan © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Bukan hanya ada pemotongan rambut, ada juga keliling tiga kali. Sengaja hitungannya ganjil, karena Ayu percaya bilangan ganjil itu baik. "Seperti salam agama Islam, seperti tawaf. Hidup tuh pasti berputar," kata Regi.

Saat ditanya kenapa menggunakan adat Gorontalo, Ayu bilang sempat mau pakai adat Jawa di tujuh bulanan tapi waktu itu dia dapat surprise baby shower. Selain itu, presenter DahSyat ini mengaku sangat tertarik dengan adat, begitu juga dengan mama mertuanya. 

"Adat Gorontalo itu bersyariat Islam dari kata-katanya. Upacaranya artinya beda-beda Senang adat. Kalau bukan kita siapa lagi yang menjalankan. semuanya kita masih pakai itu. Kayak daddynya tadi nih masih ada bondo, tanda ayo kita udah mau mulai upacara. Hari ini unik. Kalau orang kan tahunya, tenun, batik, ikat, atau yang lain ini kesenian dari gGrontalo namanya karawo. Daddynya juga pakai sulam karawo dari Gorontalo. Yang bisa orangnya masih sedikit." pungkas Ayu.

(kpl/pur/pit)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING