Astri Ivo Prihatin Sinetron Agamis Tak Diminati

Kapanlagi.com - Sinetron yang sarat dengan pesan-pesan agama kurang diminati oleh masyarakat sehingga ratingnya rendah dan tidak ditayangkan pada waktu-waktu puncak (prime time).Artis sinetron Astri Ivo di Bekasi, Sabtu (13/6), menyatakan kegalauan hati melihat tayangan sinetron yang menawarkan alur cerita seputar kelicikan, dendam, mistis, iri hati dan percintaan secara vulgar yang justru banyak digemari pemirsa."Harusnya kalau menonton sinetron ada nilai positif atau pun pesan moral yang bisa diambil. Tapi anehnya sinetron dengan rating tinggi justru yang menawarkan sesuatu yang sifatnya instan dan bahkan tidak pantas ditiru," ujar Astri, artis yang seangkatan dengan Rano Karno itu.Astri coba menawarkan alternatif sinetron yang lebih mendidik dan bernuansa agamis melalui sekuel HAMBA-HAMBA ALLAH, ternyata kurang diminati dan ratingnya kurang bagus, hingga serialnya tidak diperpanjang.Akibatnya, para produser pun akhirnya enggan membuat sinetron-sinetron semacam itu. Ia menilai masyarakat Indonesia banyak yang belum menjadi manusia cerdas setidaknya dalam memilih tontonan yang tidak memberikan tuntutan tapi hanya kesenangan serta kesewenang-wenangan.Kini tawaran main sinetron cukup banyak berdatangan pada ibu tiga putra itu. Ia akan keberatan main sinetron bila alur ceritanya bertentangan dengan syariah."Tuhan tidak akan memaksa seseorang untuk memilih apa yang baik bagi dirinya. Manusialah yang menentukan apa yang terbaik sesuai tuntunan agama," ujar Astri yang kini sibuk menjadi pengisi seminar.Bintang sinetron JANGAN AMBIL ANAKKU itu menyatakan, kini lebih fokus dalam mendidik di keluarga serta berbagi pengalaman dalam menjadikan ibu-ibu sebagai bunda yang cerdas.Pengalamannya sebagai seorang ibu dalam mendidik anak dan kemampuannya mengeksplorasi ide kini dikembangkan dengan seringkali menjadi pembicara di majelis-majelis taklim ibu-ibu termasuk mendorong si ibu dalam memilih sinetron Islami dan mengawasi anak-anaknya menonton sinetron.Artis film layar lebar yang terkenal era 80-an lewat perannya di film BUNGA CINTA KASIH, LEMBAH DUKA dan BILA HATI PEREMPUAN MENJERIT itu berharap remaja dan ibu-ibu lebih selektif memilih sinetron untuk ditonton."Jangan sampai usai nonton sinetron justru menjadikan pemikiran pemirsanya kaya dengan ide jahat, atau bahkan menjauhkan mereka dari sang Khalik (Sang Pencipta). Sinetron yang baik berisi pesan moral yang menggugah pemirsanya untuk menyadari hakekat kehidupan," ujar pembawa acara pada acara Pengobatan Nabawi itu. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/bun)

Rekomendasi
Trending