SELEBRITI

Audioseries Noice 'Journal of Terror: Kelana' Didengar Lebih dari 1 Juta Menit, Sajikan Horor Mencekam

Jum'at, 14 Oktober 2022 19:35

Journal of Terror: Kelana @ Istimewa

Kapanlagi.com - Tak bisa dipungkiri lagi, penikmat konten horor di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Hal ini dibuktikan dengan film KKN DI DESA PENARI yang menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan jumlah penonton mencapai 9,2 juta. Kemudian disusul oleh PENGABDI SETAN COMMUNION di posisi ketiga dengan perolehan penonton hampir 6,4 juta.

Bukan hanya dari dunia film, konten audio bergenre horor juga mulai menunjukkan peningkatan ketertarikan yang signifikan dari para penikmat horor. Di platform lokal Noice misalnya, genre horor menduduki peringkat ke-2 genre konten terfavorit paling banyak didengar. Salah satu audioseries yang menarik untuk didengar adalah Journal of Terror: Kelana karya Sweta Kartika.

"Mengadaptasikan karya tulisan bertema horor ke dalam format audio menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Selain menyesuaikan cara bercerita, pertimbangan efek suara serta pembawaan karakter dari para talent juga harus rapi dan presisi," cerita Sweta pada wartawan, Jumat (14/10).

1. Melebihi Ekspektasi

Menurut Sweta proses kerjasama dengan Noice memakan waktu yang cukup panjang dan begitu kompleks. Tapi ia bersyukur karena hasilnya melebihi ekspektasi. Di mana audioseriesnya telah didengarkan lebih dari 1 juta listening minutes dan telah memasuki season ke-2.

"Saya senang karena cukup banyak yang antusias dengan Journal of Terror versi audioseries. Sentuhan audio justru memberikan sensasi yang lebih menegangkan karena imajinasi para pendengar ikut berkelana, seolah mereka menyaksikan atau bahkan mengalami langsung petualangan Prana, sang tokoh utama dalam cerita ini," lanjutnya.

2. Audioseries

Audioseries sendiri karya modern yang terinspirasi dari drama atau sandiwara radio yang populer di era 90-an. Di beberapa negara, drama atau sandiwara radio sempat menjadi salah satu hiburan populer sekitar tahun 1940-1950-an, sebelum posisinya tergeser akibat kemunculan televisi.

Pada tahun 1980 hingga 1990-an di Indonesia, banyak stasiun radio yang memutar drama audio, tak hanya di bulan Ramadan. Beberapa yang populer adalah Tutur Tinular dan Saur Sepuh. Kedua karya sandiwara radio ini sangat berkesan bagi pendengar ketika menikmati riuh instrumen pengiring serta narasi pembukanya.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING