Boy Hamzah Perankan Wali, Tata Liem Bangga

Minggu, 22 Juni 2014 15:21 Penulis: Soraya
Boy Hamzah Perankan Wali, Tata Liem Bangga Tata Liem @ Kapanlagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Sebagai manajer, Tata Liem merasa sangat bangga ketika salah satu artis yang berada di bawah naungannya mendapatkan peran di sinetron religi Ramadan Trans TV berjudul KISAH 9 WALI. Dalam sinetron ini, Boy Hamzah memerankan tokoh Sunan Giri.

"Aku sangat bangga sekali ketika pihak Trans TV, lewat pak Emilka meminta aktorku Boy Hamzah memerankan Raden Paku atau Sunan Giri di sinetron ini," tutur Tata Liem di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jum'at (20/6) lalu.

Menurut Tata, sinetron dengan latar sejarah seperti ini harus diperbanyak. Pasalnya, dengan berkaca kepada sejarah, orang akan bisa bertindak untuk menghadapi masa depannya dengan lebih baik.

"Menurutku, program sinetron KISAH 9 WALI sangat memberikan nilai yang sangat positif sekali buat anak-anak sekarang. Di mana sejarah Islam berkembang di tanah Jawa. Ini sinetron yang sangat bagus apalagi diputar di bulan suci Ramadan, dengan kisah-kisah menarik dan menginspirasi," tuturnya.

Boy Hamzah dengan kostum walinya @ Kapanlagi.com®/Budy SantosoBoy Hamzah dengan kostum walinya @ Kapanlagi.com®/Budy Santoso

"Jadi sangat penting sekali kalau sejarah dibuat versi sinetron, istilahnya Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ini akan mengingatkan dengan kisah yang akan buat penonton nanti mengambil nilai dan makna positif," tukasnya.

Bagi Tata Liem, 9 Wali atau lebih dikenal dengan sebutan Wali Songo tersebut adalah bagian dari sejarah berkembangnya Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

"Mereka bukan mitos, mereka bagian sejarah berkembangnya Islam di Indonesia. Karakter mereka memiliki keistimewaan masing-masing. Seperti Sunan Kalijaga, dia mensyiarkan agama dengan berkesenian, Sunan Giri yang suka membantu orang miskin, Sunan Kudus yang punya sikap lemah lembut, Sunan Drajat yang bisa menyembuhkan orang, dan yang paling fenomenal Syekh Siti Jenar yang diyakini sebagai sunan ke-10 tapi masih simpang siur," tandasnya.

(kpl/ato/sry)

Editor:

Soraya


REKOMENDASI
TRENDING