Daniel Mananta Mendukung Kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona

Kamis, 12 Desember 2019 20:33 Penulis: Yunita Rachmawati
Daniel Mananta Mendukung Kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona Peluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza Pahlevi

Kapanlagi.com - Presenter serba bisa Daniel Mananta turut mendukung kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona. Aktivitas keseharian Daniel yang selalu menggerakkan body, soul and mind bertujuan supaya dirinya terus bergerak dan berpikir inovatif. Baginya, bergerak dalam dewasa ini juga memiliki arti lain.

"Menurut saya, bergerak itu tak hanya bergerak fisik dari poin satu ke poin lainnya, tetapi bisa juga diartikan untuk mengerakkan hati seseorang untuk terus berbuat baik dan mau bergerak," tutur Daniel Mananta saat peluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona, Rabu, (4/12/2019).

Peluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza PahleviPeluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza Pahlevi

Selain Daniel Mananta, terdapat pula beberapa artis yang menjadi tim 'Gerak Tak Terbatas'. Sebut saja, Tasya Kamila, Varrell Bramasta, Amanda Manopo, Denny Sumargo dan lainnya.

'Gerak Tak Terbatas' merupakan kampanye yang dibuat oleh Rexona yang bertujuan untuk mendukung masyarakat khususnya para penyandang disabilitas, untuk selalu aktif gerak.

Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti mengatakan Rexona sebagai brand deodorant ingin mengajak masyarakat indonesia lebih aktif bergerak tanpa takut berkeringat.

"Dengan adanya kampanye ini bisa menyadarkan masyarakat Indonesia pentingnya bergerak 'Move More to Live More'. Intinya semakin banyak bergerak, maka hari-hari akan lebih hidup," ujar Ira Noviarti.

Peluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza PahleviPeluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza Pahlevi

Mengenai acara tersebut, lanjut Ira Noviarti, Rexona juga fokus untuk membantu para penyandang disabilitas agar bisa bergerak tanpa batas. Nantinya, dengan adanya aplikasi Gerak 2.0 penyandang disabilitas dan masyarakat bisa terkoneksi, berkontribusi, dan berkolaborasi dalam bergerak aktif menggapai semua peluang.

Tak hanya itu, Mengenai aplikasi itu, Ira Noviarti melanjutkan bahwa terdapat beberapa menu yang bisa menunjang mobilitas penyandang disabilitas, Gerak Explore misalnya. Fitur itu mampu memberikan bantuan navigasi yang mengkoneksikan penggunannya dengan lokasi yang dituju. Dilengkapi pula dengan fitur voice activated.

"Selain itu, ada pula menu Gerak Count yang berfungsi utuk menghitung setiap langkah yang dilakukan oleh para penggunannya," tutur Ira.

Nantinya, dengan aplikasi itu akan tercipta kolaborasi sejumlah komunitas penyandang disabilitas dan juga berkolaborasi dengan The Special ID yaitu sebuah social enterprise yang mewadahi sejumlah kreator penyandang disabilitas.

Kerjasama dengan pemerintah

Selain merangkul artis Tanah Air, kampanye 'Gerak Tak Terbatas' juga mengandeng Kementerian Kesehatan Indonesia dan MRT Jakarta.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Dr. Kartini mengatakan bahwa kampanye ini selaras dengan komitmen dari Kemenkes yang ingin terus membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

"Untuk menunjang kesehatan dan produktivitas, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah bergerak dengan aktif dan kami menyambut baik kampanye yang dilakukan oleh Rexona ini," tutur Dr Kartini.

Peluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza PahleviPeluncuran kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona (c)KapanLagi.com/Reza Pahlevi

Sementara itu, Head of Corporate Communication Department, PT MRT Jakarta mengatakan MRT Jakarta memiliki visi yang sama dengan Rexona, yaitu mendorong dan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk aktif bergerak dalam aktivitas sehari-hari dengan menggunakan fasilitas umum.

"Kami mendukung kampanye 'Gerak Tak Terbatas' dari Rexona dan akan memastikan para penyandang disabilitas maupun non disabilitas dapat memperoleh manfaat yang optimal dari perjalanan saat menggunakan MRT Jakarta," tutur Ahmad Pratomo.

 

(adv/boo)


REKOMENDASI
TRENDING