Demi 'Aroma Karsa', Dewi Lestari Riset Muntahan Paus Hingga ke Bukit Sampah

Kamis, 15 Maret 2018 06:45 Penulis: Ayu Srikhandi
Demi 'Aroma Karsa', Dewi Lestari Riset Muntahan Paus Hingga ke Bukit Sampah Dewi Lestari © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Menulis karya yang baik juga memerlukan riset untuk keotentikan cerita yang ditawarkan. Dalam menulis novel barunya bertajuk Aroma Karsa yang memuat tema aroma dan penciuman, Dewi Lestari atau akrab disapa Dee sampai mendatangi tempat serta melakukan hal tidak terduga.

Demi mendeskripsikan bau-bauan, Dee nekat membaui muntahan paus atau yang dikenal dengan ambergris. Ibu dua anak ini tidak percaya bila bau amis itu bisa digunakan sebagai bahan pembuatan parfum.

"Saat mencium muntahan paus, saya nggak ngerti ya siapa yang pertama kali kepikiran untuk mencampurkan sebagai bahan parfum karena baunya amis banget. Tapi ketika dicampur dengan sebuah formula, dia bisa mengikat sebuah bau," kata Dee saat peluncuran novel barunya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Usai berurusan dengan ambergris, istri Reza Gunawan ini mendatangi tempat pembuangan sampah Bantar Gebang. Banyak pengalaman luar biasa didapat mantan personel Trio Rida Sita Dewi ini saat ada di antara sampah-sampah yang membukit.

Dewi Lestari saat bercerita tentang buku barunya. © KapanLagi.com/Abbas AdityaDewi Lestari saat bercerita tentang buku barunya. © KapanLagi.com/Abbas Aditya
"Jadi waktu ke Bantar Gebang saya melihat kehidupan di sana seperti apa dinamikanya yang ternyata kompleks. Salah satunya ada warung nasi jaraknya tiga meter dari zona pembuangan akhir yang paling bau. Ada ibu jual tahu goreng tapi tidak ditutup plastik. Yang saya surprise, tidak ada lalat. Ini aneh bin ajaib karena ternyata lalatnya sudah lari ke sampah-sampah di zona pembuangan," kenang Dee.

Pelantun tembang Malaikat Juga Tahu ini juga menceritakan pengalaman melakukan riset di Gunung Lawu. Alih-alih melewati jalur populer seperti Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu, Dee menggunakan jalur tengah. "Jalur tengah inilah yang dipakai orang-orang untuk keperluan spiritual. Jadi saya bertemu Juru Kunci yang banyak membantu tentang cerita-cerita apa yang terjadi. Jadi saya nggak sampai mendaki ke puncak, cukup mengolah info dari Juru Kunci itu," pungkasnya.

Aroma Karsa yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka bisa didapatkan mulai 16 Maret 2018 di seluruh toko buku di Indonesia. Novelnya berkisah tentang Jati Wesi dan Tanaya Suma yang sangat peka dalam penciuman. Saat Jati bekerja di perusahaan milik ibu Tanaya bernama Raras Prayagung, mereka terjebak dalam misteri Puspa Karsa yaitu dongeng tanaman yang keberadaanya menjadi rahasia.

(kpl/abs/jje)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING