Dewi Lestari Blak-Blakan Proses Pembuatan Novel 'Aroma Karsa', Super Seru!

Rabu, 14 Maret 2018 23:45 Penulis: Ayu Srikhandi
Dewi Lestari Blak-Blakan Proses Pembuatan Novel 'Aroma Karsa', Super Seru! Dewi Lestari © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Setelah mengakhiri serial Supernova dengan Intelegensi Embun Pagi, pertengahan Maret 2018 Dewi Lestari atau Dee menghantarkan karya barunya kepada penggemar. Novel tersebut diberi tajuk Aroma Karsa yang embrionya sendiri sudah ada kurang lebih sembilan tahun lalu saat menulis kumpulan cerpen Madre.

Menilik dari segi judul yakni adanya kata aroma, novel setebal 700 halaman ini memang menyorot soal indra penciuman manusia. Namun Dee meraciknya dengan banyak unsur yakni petualangan, legenda kuno dari zaman Majapahit, keluarga hingga tentu saja percintaan.

"Ide tentang aroma ini sudah lama memanggil-manggil saya hingga Januari 2017 saya mulai menuliskan secara simultan dengan proses riset. Karena penciuman sangat luas dan bisa dimulai dari mana saja, saya memilih tentang aroma yang bisa mengendalikan kehendak. Kehendak itu karsa, makanya saya pakai untuk judul. Dari situ saya berpikir ada aroma yang mengendalikan kehendak manusia lalu muncul berbagai lapisan drama hingga berkembang," kata Dee dalam peluncuran novelnya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Dewi Lestari merilis buku yang bertajuk Aroma Karsa. © KapanLagi.com/Abbas AdityaDewi Lestari merilis buku yang bertajuk Aroma Karsa. © KapanLagi.com/Abbas Aditya

Selama menulis Aroma Karsa, ibu dua anak ini benar-benar menantang dirinya dalam hal memperkaya perbendaharaan kata untuk mendeskripsikan bau. "Kosakata untuk membaui ini saya harus mencarinya sebanyak mungkin karena kalau dipakai berulang-ulang akan membosankan. Jadi saya menggali bahasa Indonesia, perumpamaan, metafora, yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya," sambung istri Reza Gunawan tersebut.

Tema besar aroma dan penciuman diakui sangat menantang Dee dalam menulis begitu sulit ketimbang hanya memberi narasi visual. "Sensasi yang dibangkitkan dari penciuman ini menyeluruh ya jadi saat menuliskan harus bermain-main dengan kata, imajinasi, ketimbang visual yang bisa dilihat dengan mata. Dari situ saya menyadari fiksi-fiksi yang selama ini saya baca jarang mengungkapkan sesuatu lewat penciuman, membuat saya tertantang bagaimana membuat fiksi tema penciuman," tuntas dia.

Aroma Karsa berkisah tentang Jati Wesi dan Tanaya Suma, dua manusia dengan latar belakang berbeda yang sangat peka dalam penciuman. Saat Jati bekerja di perusahaan milik ibu Tanaya bernama Raras Prayagung, mereka terjebak dalam misteri Puspa Karsa yaitu dongeng tanaman yang keberadaanya menjadi rahasia.

(kpl/abs/jje)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING