SELEBRITI

Desy Ratnasari Main Film, Dapat Peran Seorang Istri Pemilik Pesantren di Jawa Timur

Jum'at, 19 Agustus 2022 11:33

Desy Ratnasari perankan istri pemilik pesantren © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Kapanlagi.com - Artis Desy Ratnasari kembali aktif di industri entertainment setelah lama vakum karena sibuk sebagai di dunia politik. Yang terbaru, Desy Ratnasari bermain dalam film Hati Suhita. Sebuah film yang diangkat dari novel karya Khilma Anis berjudul HATI SUHITA.

Dalam film yang disutradarai oleh Archie Hekagery ini, artis 48 tahun itu berperan sebagai Ummik, istri dari salah satu dari salah satu pemilik pondok pesantren di Jawa Timur. Yang menarik, dalam film ini Desy Ratnasari dituntut fasih dengan bahasa Jawa.

"Kembalinya saya ke film diajak lagi bahasa Jawa. Tapi Alhamdulilah kepercayaan yang diberikan beliau bisa saya emban dengan arahan Mas Archie dan Mba Khilma," kata Desy Ratnasari di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2022).

"Peran saya sebagai Ummik, pastinya tambah tua. Biasanya saya Suhita kenapa di sini, Alhamdulillah sudah mau berkenan, ini mengobati rindu saya, tidak hanya fokus politik tapi akting," tambahnya.

1. Jadi Istri Pemilik Pesantren

Desy Ratnasari menjelaskan, peran Ummik yang ia mainkan di sini mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Bagaimana tidak, ia harus mendidik anak-anak pesantren.

"Tanggung jawab besar, saya harus menampilkan sosok Nyai, istri pemilik pesantren yang mendidik anak pesantren, tentu saya dekat dengan dunia pesantren. Tapi apa yang disampaikan Hati Suhita berbeda," katanya.

2. Cari Tahu Tradisi Pesantren

Sebagai istri pemilik pesantren, Desy Ratnasari mengaku akan mencari tahu soal tradisi pesantren.

"Tentunya akan mengetahui tradisi pesantren. Saya belajar motif cinta di Suhita, dan ini banyak ragam cintanya, tapi cinta yg cocok untuk saya belum ada," tutup Desy Ratnasari.

3. Tentang Film HATI SUHITA

Film HATI SUHITA berkisah tentang Alina Suhita (Nadya Arina) menerima takdirnya untuk menikah dengan Gus Birru (Omar Daniel), pewaris pesantren Al-Anwar. Abah dan Ummik telah menyerah pada pilihan hidup Gus Birru, yang lebih menyibukkan diri dengan kegiatan pergerakan dan cafenya.

Mereka percaya bahwa Alina Suhita adalah pilihan menantu yang tepat. Kemampuan manajemen dan kecerdasannya cook untuk mengelola pesantren. Namun semua rahasia tersimpan di balik kamar. Sejak menikah, Gus, Birru tidak sekali pun menyentuh Suhita. Gus Birru menyatakan secara terbuka, bahwa dia menikahi Suhita karena terpaksa, sekedar untuk menenangkan hati orangtuanya.

REKOMENDASI
TRENDING