SELEBRITI

Diduga Lakukan Wanprestasi, Begini Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur

Sabtu, 11 September 2021 22:35

Yusuf Mansur credit: © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Ustaz Yusuf Mansur dikabarkan telah melakukan wanprestasi terhadap investornya, dalam menjalani patungan usaha investasi pembangunan hotel Siti di tahun 2012. Disebutkan ustaz Yusuf Mansur menerima somasi dari orang-orang yang mengaku menjadi korban dalam patungan usaha investasi pembangunan hotel Siti di tahun 2012.

Pertama, Icha wanita asal Tenggarong, Kalimantan Timur dan Atikah asal Garut, Jawa Barat mengaku menjadi peserta dalam patungan usaha investasi, yang diinisiasi oleh Ustaz Yusuf Mansur. Icha mengatakan dirinya memasukkan uang Rp 10 juta dalam patungan usaha investasi pembangunan hotel Siti yang digagas oleh Yusuf Mansur.

Alasan Icha tertarik, karena penjelasan Yusuf Mansur yang diduga menjalankan usaha dengan hasil pemberdayaan umat. Yang diketahui Icha, yang mengikuti investasi tersebut ialah umat-umat diduga pengikut Yusuf Mansur.

"Tahun 2012 beliau merinci bagi hasil dan royalti yang diterima kepada investor sebesar delapan persen. Akhirnya saya tertarik, dan saya mentransfer uang Rp 10 juta ke rekening BCA Yusuf Mansur," ungkap Icha didampingi kuasa hukumnya dalam jumpa pers di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (11/9).

1. Tidak Ada Transparansi Keuangan

Icha pun juga mengatakan, setelah menjadi peserta, setahun kemudian ia sempat merasakan royalti delapan persen yang memang sudah ditentukan dalam patungan usaha investasi Yusuf Mansur. Akan tetapi, karena memang tidak ada transparansi, beberapa tahun lalu Icha mulai mempertanyakan patungan usaha investasi tersebut.

Ia mendapat informasi pembangunan Hotel Siti sedang bermasalah. Namun pihak Yusuf membuat sebuah koperasi yang diduga menjadi wadah, penampungan uang investor.

"Tapi setelah itu tidak ada penjelasan lagi. Tidak ada transparansi keuangan lah. Saya sempat menyambangi kediaman beliau (Yusuf Mansur) dan bertemu. Tapi jawabannya, uang patungan usaha investasi tersebut akan dikembalikan. Saya menolak untuk dikembalikan. Kalau saya ambil, berarti saya menarik investasi itu. Karena yang saya tahu, investasi itu keuntungannya setiap tahun naik," ujarnya.

Icha mengatakan dirinya menjelaskan ilustrasi royalti yang seharusnya ia dapatkan dari investasi dalam patungan usaha bersama Yusuf Mansur yang berhak ia dapatkan selama sembilan tahun ini. Kemudian, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, ia hanya meminta transparansi aliran dana investasi pembangunan Hotel Siti tersebut

"Tapi saya dianggap melakukan pemerasan. Padahal dia bilang, selama hotel itu berdiri, aliran dana investasi umat akan tetap berjalan. Saya hanya ingin transparansi, mana hak investor dan mana hak Yusuf Mansur. Semua dituangkan dalam hitam di atas putih. Sejauh ini tidak ada," paparnya.

2. Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur

Sementara itu, Atikah menceritakan alasannya ikut patungan usaha investasi pembangunan Hotel Siti ini, karena tertarik atas penjelasan Ustaz Yusuf Mansur di kuliah subuh di televisi. Menurut Atikah, setelah ia membayarkan uang sebesar Rp 12 juta, tidak ada informasi lagi dari pihak Yusuf Mansur atas patungan usaha investasi ini.

"Pas saya ikutan dan daftar, satu lembar sahamnya di tahun 2012 Rp 12 juta. Yaudah saya bayarkan. Keuntungan delapan persen ini dari 2012 sampai sekarang saya belum terima sepeser pun," jelas Atikah.

"Padahal, saya berpikir investasi untuk modal dan bekal di hari tua. Tapi sampai sekarang tidak ada. Mau cairin, harus ada kwitansi. Cuma saya gak ada kwitansi karena tercecer. Hanya bukti bayar Rp 12 juta," terang Atikah.

Sementara itu, Ikhwan Toni mengatakan pihaknya akan melayangkan somasi kepada Ustaz Yusuf Mansur dengan tenggat waktu jawaban selama 14 hari. Ikhwan menambahkan, jika somasi pertama tidak diindahkan, ia akan kirim somasi sampai ketiga kalinya agar pihak Yusuf Mansur memberikan kejelasan.

"Somasi ini kami beri waktu kepada YM untuk memberikan penjelasan yang jelas atas patungan usaha investasi pembangunan Hotel Siti. Kalau tidak ada itikad baik kami akan proses hukum, bisa perdata atau pidana atas dugaan penipuan atau dugaan wanprestasi," kata Ikhwan Toni.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Yusuf Mansur tak mau memberikan keterangan secara rinci terkait masalah yang sedang ia alami ini, yakni patungan usaha investasi pembangunan Hotel Siti di tahun 2012.

"Doain saya aja ya," ucap Yusuf Mansur kepada awak media lewat pesan singkat, Sabtu sore (11/9/2021).


REKOMENDASI
TRENDING