Efek Samping Obat Chloroquine, Andrea Dian Rasakan Cemas, Mual Hingga Muntah

Andrea Dian (credit: Kapanlagi.com/Nurwahyunan)
Kapanlagi.com - Artis cantik Andrea Dian dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani dua kali tes swab dengan hasil negatif. Ia mengumumkan berita bahagia ini lewat sebuah unggahan di instagramnya, (5/4).
Andrea sendiri pertama kali dinyatakan positif terserang corona sekitar pertengahan Maret 2020 lalu. Setelah menjalani sejumlah perawatan selama masa karantina di rumah sakit, istri Ganindra Bimo ini pun sembuh.
Lewat postingan instagram story, Andrea sempat berbagi pengalamannya selama menjalani perawatan. Termasuk menjawab rasa penasaran banyak orang tentang obat-obatan yang ia terima selama kurang lebih 3 minggu dikarantina.
Advertisement
1. Efek Samping Chloroquine

Andrea Dian menyebut salah satu obat yang ia dapat selama proses penyembuhan adalah chloroquine. Ya, obat ini memang sempat disebutkan oleh Presiden Jokowi sebagai obat pendukung untuk menyembuhkan Covid-19.
Sayangnya obat tersebut ternyata dirasa kurang cocok bagi tumbuh Andrea Dian. Wanita yang dikenal gemar berolahraga itu mengaku ada sejumlah efek samping yang ia rasakan.
"Pindah ke Wisma Atlet, saya dapat chloroquine. Tapi sepertinya saya tidak cocok, karena ada efek samping yang saya dapat. Cemas, mual, muntah, pusing kayak mau pingsan, jantung berdebar, napas pendek, tangan tremor," kata Andrea Dian seperti dilansir dari Tribunnews.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Diberi Sejumlah Jenis Obat

Usai mengalami beberapa efek samping, akhirnya tim medis memutuskan untuk menghentikan penggunaan chloroquine pada penyembuhan Andrea. "Setelah observasi obat saya dihentikan. Jadi jika mengalami efek samping setelah minum harus lapor ke perawat yah," ujar Andrea.
Selain chloroquein, Andrea Dian juga diberi multivitamin, vitamin c dan 4 jenis obat lainnya. "Selama dirawat aku dapat multivitamin, vitamin C (500ml) dan ada 4 jenis obat lain salah satunya chloroquine. Makanan sehari 3x. Air putih minimal 2L/hari," terangnya.
3. Obat Keras
Chloroquine sendiri dianggap sebagai salah satu obat keras yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan. dr Nafrialdi, Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit, Fakultas Kedokteran UI menyebut bila obat ini harus dikonsumsi sesuai resep dari dokter.
"Harus pakai resep dokter," ujarnya seperti dilansir dari Tribunnews.
Sejumlah efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini adalah mulai dari mual, gangguan pengelihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan irama jantung. Dan jika masyarakat mengkonsumsinya tanpa anjuran resep dokter maka hanya akan mengumpulkan efek-efek tersebut.
"Masalahnya kalau (klorokuin) digunakan oleh orang yang tidak punya pengetahuan atau kewenangan, (orang tersebut) hanya akan mengumpulkan efek samping," tuturnya.
Parahnya, chloroquine juga bisa menyebabkan kematian jika digunakan dalam dosis yang ekstrem.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/lou)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor















































