Garin Nugroho Bantah Sultan Sebagai Sosok Feodal

Kapanlagi.com - Sineas Garin Nugroho yang berkapasitas sebagai anggota Tim Pelangi Perubahan, membantah anggapan sebagian orang yang menilai Sultan HB X sebagai sosok feodal. Menurutnya, sebagai Raja, Sultan memang benar, hal itu sudah given (pemberian), namun dalam kesehariannya Sultan tidak menunjukkan sikap feodalistik. Bahkan, tambah Garin selama ini Sultan mengaku bukan sebagai keturunan Wong Agung (orang besar). "Sultan HB X menyatakan siap kalah. Dan kalau raja siap kalah, itu praktik demokrasi terbesar. Dulu Sultan HB IX mendukung demokrasi, sekarang Sultan HB X mempraktekkan demokrasi tersebut," demikian ungkap Garin. "Ada semacam suara rakyat. Hampir sebagian besar orang Indonesia pernah hidup di Yogyakarta, Sultan sebagai simbol ke Indonesiaan dan kebhinnekaan. Sultan itu lokal yang Indonesia. Garis besar kebhinnekaan itu di Sultan," kata Garin menjelaskan.Selama ini, tambah Garin meski tim kampanyenya belum bekerja secara maksimal, namun dukungan dan respon terhadap Sultan sudah cukup tinggi. Hingga saat ini dukungan dari orang maupun parpol yang paling cepat terhadap para calon presiden yang muncul di media massa, justru terjadi pada Sultan. "Ini menunjukkan bahwa secara alamiah Sultan HB X didukung oleh masyarakat," tegas Garin berkampanye. Garin juga menjelaskan bahwa bulan Desember mendatang disebutnya sebagai bulan saling menyapa. Pada bulan Desember tersebut, tambah Garin para tokoh politik akan saling menyapa satu sama lain dan akan ada pertemuan-pertemuan antara para elit politik. Setelah itu, pada bulan Januari hingga April, akan masuk ke bulan perjodohan. "Pada bulan-bulan itu akan ada 'perjodohan' antar tokoh politik (siapa capres dan cawapres)," katanya. Karena itu, Garin membiarkan proses saling menyapa dan kemudian perjodohan tersebut berjalan dengan semestinya.Tim Pelangi Perubahan merupakan tim sukses kampanye Sultan HB X untuk maju sebagai calon presiden (capres) RI pada 2009 nanti. Selain Garin Nugroho, sebagai anggota di antaranya penyanyi Franky Sahilatua serta ilmuwan Sukardi Rinakit.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending