Harry Darsono, Giat Mencari 'National Treasure'

Kapanlagi.com - Harry Darsono, perancang adibusana Indonesia, mengaku selalu tidak memberi toleransi apapun terhadap hal-hal yang mengganggu perkembangan pendidikan anak-anak Indonesia.

"Saya ngotot kalau untuk pendidikan anak-anak. Mereka punya hak untuk punya tempat sendiri," kata Harry Darsono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Harry, yang sejak kecil sudah bermain piano ini mengatakan, masih banyak lagi anak Indonesia yang tidak tergali karena kurang adanya perhatian serius baik dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya.

"Kita sering kali sibuk sendiri mengurusi masalah politik, tapi ada masalah di luar sana seperti masalah pendidikan anak-anak justru terlupakan," ujar pria kelahiran Jakarta, 15 Maret 1950 tersebut.

Dengan giat mencari 'national treasure', yakni anak-anak berbakat dari seluruh Indonesia yang pandai bermain piano, Harry berharap, anak-anak memiliki kesempatan untuk berkarya hingga ke tingkat internasional.

"Kami akan mengangkat juga di bidang ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, matematika, 'performing art' nantinya," ujar Harry, setelah menyaksikan kebolehan sembilan anak yang terpilih dalam Indonesian Piano Festival 2006 dalam bermain piano di Penthouse Da Vinci, Jakarta.

Oleh karena itu, Harry mengaku, tidak segan-segan meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan besar tidak hanya yang ada di Indonesia tetapi juga di luar negeri untuk mensuport dana bagi usaha mencari dan mendidik 'national treasure' tersebut.

Harry, yang juga piawai bermain cello ini mengaku senang bisa membantu anak-anak berbakat dari seluruh Indonesia untuk dapat bermain piano bahkan hingga ke luar negeri.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/bun)

Rekomendasi
Trending