The Last of the Sea Women
Synopsis
Film dokumenter garapan sutradara Sue Kim ini jadi potret penuh semangat tentang tradisi yang terancam punah, sekaligus seruan keras agar manusia lebih peduli menjaga laut. Kamera diajak menyelam ke kehidupan haenyeo, para penyelam perempuan asal Korea Selatan yang sudah ratusan tahun mencari nafkah dari hasil laut.
Di pesisir Pulau Jeju, Korea Selatan, komunitas haenyeo hidup berdampingan dengan ombak dan arus laut. Mereka dijuluki 'putri duyung nyata' karena mampu menyelam bebas tanpa alat bantu pernapasan, menahan napas hingga dua menit demi mengumpulkan hasil laut.
Pekerjaan ini jelas berisiko tinggi. Ironisnya, karena dianggap berbahaya, mereka tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi kesehatan. Meski begitu, profesi ini secara historis memberikan penghasilan yang cukup baik. Di tengah budaya yang patriarkal, para haenyeo justru punya status sosial yang dihormati.
Sue Kim membawa penonton masuk ke dunia bawah laut mereka yang magis sekaligus keras. Tapi keindahan itu kini di ambang kehancuran.
Saat ini, sebagian besar haenyeo berusia 60 hingga 70 tahun. Generasi inilah yang jadi fokus utama film. Namun, ada juga dua perempuan muda yang mencoba melestarikan tradisi ini dengan cara kekinian, mendokumentasikan aktivitas menyelam mereka lewat TikTok. Perpaduan old school dan Gen Z vibes banget.
Sayangnya, masa depan haenyeo makin terancam. Sampah laut yang terus menumpuk dan racunnya merusak ekosistem, suhu laut yang berubah akibat pemanasan global, hingga pembuangan air terkontaminasi dari kecelakaan nuklir Fukushima ke laut tempat mereka mencari nafkah, semua jadi ancaman nyata.
Situasi ini bikin para haenyeo nggak tinggal diam. Mereka mulai bergerak secara politik untuk menyuarakan peringatan. Bahkan, salah satu penyelam lansia terbang jauh ke Jenewa untuk memberikan kesaksian di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perjuangan mereka juga mendapat dukungan dari peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, yang bergabung sebagai produser eksekutif film ini.
The Last of the Sea Women bukan cuma dokumenter tentang tradisi, tapi juga perjalanan emosional yang bikin kita ikut deg-degan dan berharap para 'pejuang laut' tangguh ini tetap bertahan. Ini tentang keberanian, solidaritas, dan cinta pada laut yang jadi sumber kehidupan.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026