Haters Syirik dan Mengkritik Pedas, Intan Hardja Tidak Peduli

Senin, 10 Agustus 2015 11:10 Penulis: Ahmat Effendi
Haters Syirik dan Mengkritik Pedas, Intan Hardja Tidak Peduli Intan Hardja ©KapanLagi.com®/Bambang E Ros
Kapanlagi.com - Fans dan haters sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia artis, ada yang suka ada juga yang mencaci. Saat ini tidak sedikit artis yang tidak terima dengan ulah haters yang kerap berkata-kata buruk di social media. Namun, ada juga artis yang memberikan tempat tersendiri bagi orang-orang yang membencinya.

Seperti yang dilakukan presenter Intan Hardja, sejak dirinya dibilang mirip dengan Miley Cyrus, social medianya kerap dipenuhi makian dari orang-orang yang tidak suka dengan hal itu. Walau begitu Intan masih terlihat sangat santai.

"Gue tuh termasuk orang yang tidak terlalu peduli dikata-katain orang. Ngatain gue parah sekalipun, buat gue nggak ngaruh, gue nggak minta makan sama elo. Makin lo ngata-ngatain gue, sama aja transfer pahala ke gue. Gue akan tampung semua cacian-cacian itu," ujar presenter INTENS ini saat ditemui di Belleza Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).

Intan Hardja tak peduli dengan tingkah haters yang mengkritiknya. ©KapanLagi.com®/Bambang E RosIntan Hardja tak peduli dengan tingkah haters yang mengkritiknya. ©KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Baginya tidak ada batasan buat haters yang ingin berkomentar pedas kepadanya. Bagi Intan, ia lebih baik melihat dari sisi positif berbagai komentar yang bermunculan.

"Nggak ada batasan, yang penting anda tidak membunuh saya, tidak membuat saya berdarah-darah. Sampai mereka jumpalitan ngata-ngatin gue silakan nggak ada batasannya. Dengan semakin menjelek-jelekkan saya, berarti mereka memperhatikan saya. Berarti mereka menikmati, sebenarnya mereka penikmat yang malu-malu dan syirik aja," paparnya disertai sindiran.

Selain itu dengan adanya kritik, Intan percaya seseorang bisa untuk berkembang. Kritik ada kalanya malah memicu seseorang untuk berbuat lebih baik lagi.

"Justru malah bagus buat saya, ada kritik, jadi tantangan. Coba kalo dipuji-puji terus malah biasa aja gak berkembang," tandasnya.

(kpl/hen/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING