SELEBRITI

Ingin Bantu Keluarga, Waktu SD Raisa Berniat Jualan Opak dan Sempat Keliling Komplek Tawarkan Nasi Bakar

Jum'at, 20 Desember 2019 14:41 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Raisa © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Jiwa bisnis Raisa ternyata sudah tumbuh sejak ia masih sangat muda. Tepatnya sejak masih duduk di sekolah dasar, Raisa sudah memiliki niat untuk membantu keluarganya dengan cara berjualan opak.

Ia mengaku terinspirasi dari serial Keluarga Cemara yang mana anak-anaknya berjualan opak. Namun keinginan Raisa ini ditentang oleh keluarganya, terutama sang ibunda.

"Gue pengen banget jualan opak. Tapi nyokap gue kayak, 'What's wrong with you?'. Itu waktu SD pengen banget jualan opak. Tapi karena nyokap gue nggak restu, nggak ridho, akhirnya gue jualan nasi bakar," ujar Raisa ketika menjadi bintang tamu di channel YouTube Narasi Entertainment.

 

1. Keliling Kompleks Jualan Nasi Bakar

Ibunda Raisa tak memberikan restu kepada putrinya untuk berjualan opak. Namun sang bunda membuatkan produk lain untuk Raisa agar keinginan buah hatinya untuk jualan bisa terpenuhi.

"Gue jualan nasi bakar, keliling kompleks, dijual ke tetangga-tetangga. Jadi nyokap gue tuh bikin, terus gue ya udah, tawarin aja ke tetangga-tetangga. Kan semua kenal," kenang Raisa seraya tertawa.

Ia mengaku keinginannya untuk berjualan adalah karena ingin membantu keluarga. Meski ia berasal dari keluarga berada, tetapi Raisa begitu menghayati efek serial Keluarga Cemara yang ia tonton di televisi.

 

2. Jualan Momogi

Niat Raisa untuk berjualan dan menambah uang saku ternyata tidak pernah surut. Lepas dari berjualan nasi bakar keliling kompleks, Raisa jualan makanan ringan Momogi.

Ia melakukan ini ketika duduk di bangku SMP dan memberikan layanan lebih untuk para pelanggannya. "Di kantin ada, tapi aku memberikan home service. Dianterin ke kelas-kelas. Awalnya kujual Rp 700-an, tapi karena seringnya nggak ada kembalian, jadi kujual Rp 1000-an," ujar istri Hamish Daud ini.

Uang hasil penjualan Momogi itu diakui Raisa sebagai tambahan uang saku. Ia tidak malu berjualan, meski keluarganya bisa memberi uang saku cukup untuk sekolah.

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING