Netflix Akuisisi Warner Bros Senilai Rp1.201 Triliun, Raksasa Baru di Dunia Hiburan

Netflix Akuisisi Warner Bros Senilai Rp1.201 Triliun, Raksasa Baru di Dunia Hiburan
© netflix.com - warnerbros.com

Kapanlagi.com - Netflix baru saja mengumumkan kesepakatan besar untuk mengakuisisi Warner Bros. Kesepakatan ini bernilai sekitar US$82,7 miliar atau setara dengan Rp1.201 triliun hingga Rp1.381 triliun. Dengan akuisisi ini, Netflix berambisi untuk memperkuat posisinya di industri hiburan global.

Akuisisi ini mencakup studio film dan televisi, layanan streaming HBO Max, serta saluran premium HBO dari Warner Bros. Discovery. Dengan langkah ini, Netflix berharap dapat meningkatkan pertumbuhan pelanggan dan memperbesar jam tonton di platformnya.

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, menyatakan bahwa misi mereka adalah menghibur dunia. Dengan menggabungkan perpustakaan Warner Bros. yang kaya dengan konten Netflix, mereka yakin bisa memberikan pengalaman hiburan yang lebih baik.

Baca berita Netflix selengkapnya di Liputan6.com.

1. Nilai Akuisisi yang Fantastis

Netflix dan warnerbros © netflix.com

Nilai total transaksi ini bernilai sekitar US$ 72,0 miliar, setara dengan kira-kira Rp 1.200 triliun. Dalam total enterprise (termasuk utang dan kewajiban lain), nilai kesepakatan mencapai sekitar US$ 82,7 miliar yang setara kira-kira Rp 1.324 triliun.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Aset Berharga yang Diambil Alih

Netflix akan mendapatkan akses ke berbagai aset berharga, termasuk studio film dan televisi Warner Bros. serta layanan streaming HBO Max. Waralaba ikonik seperti Harry Potter dan Game of Thrones juga menjadi bagian dari akuisisi ini.

3. Struktur dan Jadwal Transaksi

Kesepakatan ini merupakan kombinasi tunai dan saham. Setiap pemegang saham WBD akan menerima Rp 372.000 dalam bentuk tunai per saham, yang merupakan konversi dari nilai US$ 23,25. Selain itu, mereka juga akan memperoleh saham Netflix setara Rp 72.000 per saham WBD, sesuai nilai US$ 4,50. Dengan demikian, total kompensasi per saham WBD mencapai Rp 444.000.

4. Strategi dan Implikasi Akuisisi

Netflix akan menyelesaikan akuisisi ini setelah Warner Bros merampungkan rencana sebelumnya untuk memisahkan divisi streaming dan studio dari divisi jaringan global mereka menjadi dua perusahaan berbeda tahun depan.

Divisi jaringan globalnya akan menjadi Discovery Global, mencakup saluran kabel seperti CNN dan TNT Sports di AS, serta Discovery dan saluran free-to-air di Eropa. Namun TNT Sports International akan tetap berada di bawah divisi streaming dan studio yang dijual kepada Netflix.

5. Tantangan Regulasi yang Dihadapi

Meski sudah disetujui dewan direksi, akuisisi ini masih memerlukan persetujuan regulator persaingan usaha di berbagai negara. Proses finalisasi juga akan dilakukan setelah WBD menyelesaikan rencana pemisahan divisi jaringan globalnya, Discovery Global, pada tahun depan. Netflix juga telah menyiapkan biaya pembatalan sebesar US$5 miliar jika transaksi ditolak oleh regulator.

6. Reaksi dari Pihak Terkait

Kelompok pemilik bioskop Cinema United menolak kesepakatan ini, menganggapnya sebagai ancaman bagi industri. Namun, Netflix berkomitmen untuk terus merilis film Warner Bros di bioskop. "Bukan berarti kami menolak film masuk bioskop. Keberatan saya lebih kepada masa jendela eksklusif yang panjang, yang menurut kami tidak terlalu ramah konsumen. Tetapi ketika kita berbicara tentang mempertahankan operasi HBO seperti apa adanya, itu juga termasuk perjanjian distribusi film mereka dengan Warner Bros., yang mencakup siklus hidup yang dimulai di bioskop, dan itu akan terus kami dukung," kata Ted Sarandos, Co-CEO Netflix seperti dilansir dari Variety.

7. Harapan untuk Masa Depan

Dengan akuisisi ini, Netflix berharap bisa menjadi pemimpin global dalam industri streaming. Co-CEO Ted Sarandos menyebut ini sebagai 'hari besar' bagi kedua perusahaan dan mengakui bahwa akuisisi tersebut mungkin mengejutkan sebagian pemegang saham, namun ia menyebutnya sebagai "kesempatan langka" untuk membawa Netflix pada kesuksesan "selama beberapa dekade mendatang."

David Zaslav, presiden dan CEO Warner Bros, menambahkan bahwa kesepakatan ini akan menggabungkan "dua perusahaan penceritaan terbesar di dunia."

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/phi)

Rekomendasi
Trending