SELEBRITI

Ingin Bertemu, Roro Fitria Memohon Agar Jenazah Sang Ibu Jangan Dimakamkan Dulu

Senin, 15 Oktober 2018 23:16 Penulis: Gogor Subyakto

Roro Fitria dan Mendiang Ibunda. © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Roro Fitria mendapat sebuah kabar yang tak menyenangkan saat ia berada di Rutan. Pada hari Senin (15/10) pagi, sang bunda yakni Retno Waningsih Yulianti telah menghembuskan nafas terakhirnya di RS Fatmawati.

Mendengar pemberitaan tersebut, Roro dan kuasa hukum pun langsung berusaha untuk mendapatkan izin agar bisa keluar. Meski sempat mendapatkan kendala, Roro pun akhirnya diberi kelonggaran untuk bisa melayat.

"Jadi dari hakim majelis biasanya memberikan persetujuan agar narapidana diperbolehkan untuk keluar atau melayat untuk alasan kemanusiaan. Tadi sudah seneng kan udah dapat izin, kalau jadi bisa bareng sama bunda walau pesawatnya lain. Roro sudah happy sudah seneng, meski pun tetap terpukul," tutur Asgar Sjarfie kuasa hukum Roro saat dihubungi pada hari Senin (15/10).

1. Gagal Melihat Almarhum

Meski berhasil mendapatkan izin dari pengadilan, karena masalah redaksional serta hal yang lain, Roro pun gagal untuk bisa melihat jenazah dari sang bunda. Menurut keterangan dari kuasa hukum, Roro memang diizinkan keluar dari Rutan namun tidak menginap. Bintang cantik itu harus sudah kembali pukul 6 sore.

"Tiba-tiba dia shock. Padahal sudah depan pintu banget, tiba tiba ibu lapas masuk lagi dan bilang nggak bisa. Menyesal banget, kan dia mau mandiin shalatin dan mau ketemu," jelas Asgar.

"Padahal kami sudah nongkrong jam 9 pagi udah dapet izin di Kejaksaan, di Pengadilan tinggal nunggu ada rapat internal hakim dan panitera, jam 1 ada sidang dulu. Kalau bisa sih lebih cepat," sambungnya.

Jenazah dari ibunda Roro pun sudah diterbangkan menuju rumah duka di Jogja pada hari yang sama. Rencananya, Roro juga akan segera menyusul agar bisa menghadiri prosesi pemakaman.

2. Roro Mohon Agar Tak Dimakamkan Dulu

Roro sendiri memang begitu dekat dengan sang bunda. Almarhumah bahkan sempat hadiri salah satu sidang. Karena itu pula, Roro memohon agar jenazah tak dimakamkan dulu sebelum dirinya sampai di Jogja.

"Kami cari tiket secepatnya kalau jadi jam 7-8 terbang. Tadi Roro baru mohon-mohon, tolong jangan dimakamin lebih dulu karena nyai belum ketemu, belum mandiin, belum sholatin, nyai mohon banget. Walaupun dia tahu peraturan-nya lebih cepat dimakamkan lebih baik," ujar Asgar.

"Iya dipertimbangkan, cuman kan ada keluarga yang tough, ada yang mau ada yang nggak mau, ada yang bilang nggak mau. Padahal tadi Bu Roro mau kasih statement nggak jadi makin down. Cuman mau kasih unek unek, tapi batal semuanya," lanjutnya.

3. Susah Mendapatkan Izin

Lebih lanjut lagi, pihak kuasa hukum Roro tersebut pun menjelaskan kalau susah mendapatkan izin, padahal hal itu demi rasa kemanusiaan. Asgar pun tak yakin kalau momen 40 hari Roro bisa mendapatkan izin untuk keluar.

"Sudah susah ini aja ibunya meninggal susah. Harusnya sih demi kemanusiaan bisa. Cuman mungkin yang memberikan izin itu nggak tahu, mungkin kalau mamanya Roro sudah meninggal. Mungkin yang kasih (surat) izin nggak tahu, jadi terlalu terburu buru," sebutnya.

"Pihak jaksa bilang, masalah redaksional saja. polisi juga bilang peraturan harus ditaati. Semua kan tahu kondisi sekarang, ya kalau bisa hukumnya lebih fleksibel buat masyarakat," pungkasnya.

(kpl/pur/ssm)

Reporter: Mathias Purwanto.


REKOMENDASI
TRENDING