Jamal Mirdad Terjun ke Dunia Politik

Minggu, 20 April 2008 14:22 Penulis: Yunita Rachmawati
Kapanlagi.com - Aktor dan penyanyi Jamal Mirdad rupanya tak mau kalah dengan rekan seprofesinya, Dede Yusuf dan Rano Karno, yang kini makin bersinar di panggung politik.

Suami aktris cantik Lidya Kandou itu, kini terjun ke dunia politik dengan menjadi salah satu pengurus pusat Partai Kerakyatan Nasional (PKN), partai politik baru yang dideklarasikan di Jakarta, Sabtu (19/4) siang.

Ketika ditanya mengenai keikutsertaannya dalam kepengurusan PKN, Jamal dengan santun menolak jika dikatakan ia hanya 'ikut-ikutan' arus terkait tren baru selebritis berpolitik.

"Saya kira tidak, saya kira sama sekali tidak. Untuk partai tidak boleh ikut-ikutan, kalau sudah terpanggil ya jalan, kalau tidak ya tidak," katanya saat ditemui di sela-sela Deklarasi Nasional PKN yang juga menghadirkan mantan menteri penerangan Harmoko selaku ketua dewan penasehat partai itu.

Menurut Jamal, keikutsertaannya dalam kepengurusan partai politik saat ini didasari pada keinginannya untuk peduli terhadap kondisi atau keadaan masyarakat Indonesia pada saat ini.

"Ya sebetulnya peduli, peduli terhadap situasi dan keadaan Indonesia. Apa yang bisa kita perbuat untuk rakyat ya kita berikan," katanya.

Jamal mengharapkan, PKN nantinya bisa menjadi partai masyarakat dan mampu menjembatani aspirasi rakyat dan terwujudnya kepentingan-kepentingan rakyat.

"Ya.. ke depan mudah-mudahan partai ini, PKN ini bisa menjadi partai masyarakat juga menjembatani masyarakat untuk mencapai hidup yang lebih layak, lebih sempurna, lebih baik," harapnya Jamal.

Pada deklarasi PKN, Jamal dengan setia mengikuti prosesi acara dari awal hingga akhir. Ia juga sempat maju ke panggung ketika susunan pengurus partai dibacakan dan kemudian dilantik oleh Harmoko.

Hadir dalam acara itu, mantan menteri kehakiman Utoyo Oesman, kemudian JB Soemarlin, mantan menteri pendayagunaan aparatur negara, menteri negara perencanaan pembangunan nasional, dan menteri keuangan era pemerintahan mantan presiden Soeharto, serta sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI. 

(*/boo)


REKOMENDASI
TRENDING