Ki Joko Bodo Ingin Masjidnya Tidak Bergaya Kearab-Araban

Jum'at, 05 September 2014 17:11 Penulis: Darmadi Sasongko
Ki Joko Bodo Ingin Masjidnya Tidak Bergaya Kearab-Araban Ki Joko Bodo © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Tidak sekadar lebih religius dalam urusan ibadah wajib, Ki Joko Bodo juga mewakafkan tanahnya untuk urusan agama. Dia menyerahkan tanah seluas 200 M di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur untuk pembangunan sebuah masjid.

"Ada tanah 200 M aku wakafkan. Aku muslim, itu untuk pembuatan masjid. Aku dari kecil muslim, jadi wajar saja mau wakafkan untuk masjid. Daripada dijual-jual," kata Ki Joko Bodo saat dijumpai di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (29/8) lalu.

Banyak perubahan Ki Joko Bodo selama memutuskan untuk menjalani hidupnya sebagai seorang 'muslim sejati'. Penampilannya yang tidak gondrong dan berjenggot panjang, aktivitasnya juga tidak lagi duduk melayani pasien yang sedang terkena santet.

Di tanah wakafnya itu, dia memimpikan berdiri masjid dengan gaya arsitektur seperti masjid Kudus, Demak, Jawa Tengah. Masjid yang didirikan sekitar 1549 oleh Sunan Kudus atau Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan.

"Masjid Kudus itu inspirasinya. Budayanya Indonesia, jangan kearab-araban, kita kan tinggal di Indonesia," katanya.

Namun Ki Joko Bodo menolak jika wakaf untuk masjid ini merupakan bagian dari usahanya untuk menjadi sosok yang religius. Dia juga membantah perubahan dirinya ini dikaitkan dengan masa lalunya yang dianggap kafir.

"Dari dulu agama aku muslim. Aku nggak kafir, paranormal itu orang yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jangan dikaitkan agama soal perubahan (penampilan). Aku nggak ada yang berubah, cuma cukur kumis aja," tukasnya.

(kpl/aal/dar)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING