Kisah Reisa Brotoasmoro, Menikah Dengan Keluarga Keraton

Jum'at, 01 Juni 2018 15:58 Penulis: Mahardi Eka
Kisah Reisa Brotoasmoro, Menikah Dengan Keluarga Keraton KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Oleh: Fikri Alwi Rosyadi dan Rezka Nur Aulia

Reisa Broto Asmoro menikah dengan Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro pada November 2012 lalu. Menikahi anggota keluarga bangsawan Surakarta dengan prosesi pernikahan adat Jawi Jangkep, membuat pernikahannya sempat disebut sebagai royal wedding. Pernikahan Reisa ini juga mirip dengan royal wedding Pangeran Harry di mana keluarga bangsawan menikah dengan seorang selebriti.

Setelah menikah dengan keluarga keraton Solo apakah ada perubahan drastis yang dirasakan Reisa? Ketika kami temui di kediamannya beberapa waktu lalu, Reisa mengaku tak mengalami perubahan drastis pasca pernikahan. Wanita yang pernah mewakili Indonesia di ajang Miss International 2010 ini tetap menjalani kehidupan yang sama seperti sebelum menikah. Pasalnya ia dan suami telah melakukan sebuah perjanjian.

“Itu perjanjian kita dari sebelum nikah. Dia sendiri yang bilang, 'saya kan ketemu kamu, kamu sudah punya karir. Kamu sudah punya pekerjaan kamu sudah punya title, jadi ketika saya mengajak kamu menikah saya tidak akan mengubah itu atau menghilangkan itu' dia sendiri bilang begitu,” ungkap Reisa.

Hal ini membuat dokter sekaligus selebritis ini masih aktif dengan kesibukannya hingga sekarang. Reisa tetap praktek dan membagi ilmu kedokterannya untuk masyarakat. Namun tentu saja ia tetap memprioritaskan keluarga. Persiapan pernikahan yang dilangsungkan selama satu tahun dengan total dua hampir satu bulan rangkaian prosesi pernikahan tentu membawa dampak bagi Reisa dan pasangan. Dirinya mengaku lebih bijak dalam menjalani kehidupan rumah tangganya.

“Ya inginnya doanya nggak ada masalah apa-apa karena kita sudah berjuang nih, menikahnya aja sudah berjuang, masa untuk rumah tangganya kita nggak berjuang. Makanya kita harus memberikan usaha yang terbaik lah untuk rumah tangga kita berdua,” ujar Reisa mantap.

Dokumentasi pernikahan Reisa BrotoasmoroDokumentasi pernikahan Reisa Brotoasmoro



Keputusan keduanya menikah juga bukan sesuatu yang tanpa perhitungan mantap. Pasalnya Reisa dan suami sendiri memiliki jarak usia yang cukup jauh, yaitu 8-9 tahun. Keduanya yang telah bekerja dan mapan merasa tak ada alasan untuk menunda pernikahan lebih lama lagi.

Setelah memutuskan menikah Reisa mengaku kehidupannya semakin bahagia. Pernikahannya dianugerahi anak perempuan cantik bernama Ramania Putri Broto Asmoro. Kemudian anak keduanya lahir Mei lalu berjenis kelamin lelaki dengan nama R. Satriyo Daniswara Broto Asmoro. Dua buah hatinya semakin melengkapi kehidupan Reisa dan Tedjo. Memilih menikah dengan segala prosesi dan adat Jawa serta berasal dari kerabat keraton Surakarta membuat Reisa dan suami menjadi sorotan. Segala prosesi serta sorotan pers diakui membuat Reisa menjadi deg-degan. Namun dukungan dari keluarga keraton Surakarta membuat pernikahan mereka lancar.

“Kita berdua sih mungkin udah kelamaan di Jakarta jadi ngikutin aja. Disuruh ini, ya udah kita jalanin aja, disuruh itu ya udah dilakuin. Yang penting kita berdua enjoy. Terus nggak merasa terbebani, malah jadi kenangan tersendiri sih. Jadi rame gitu,” ujar Reisa.

Hal ini juga yang membuat Reisa dan suami mengenalkan adat Jawa pada anak mereka. Serangkaian upacara adat telah dilakukan Reisa untuk sang anak. Agar anak-anaknya mengenal budaya Jawa sejak dini.

“Kayak kemarin tedak siten, dia ngejalanin otomatis dia udah terbiasa. Terus kalo sodara-sodaranya melakukan upacara adat dia sudah melihat. Jadi otomatis sudah dikenalkan sejak dini juga. Kalo bahasa Jawa sendiri, orangtua saya juga ngomongnya masih pake bahasa Jawa gitu. Jadi, ya udah dikenalkan dengan bahasa Jawa juga,” ungkapnya lebih lanjut.

Prosesi royal wedding keraton Yogyakarta.Prosesi royal wedding keraton Yogyakarta.



Budaya dan adat istiadat memang sudah seharusnya dilestarikan oleh generasi penerusnya. Pasalnya keberlangsungan adat istiadat ini hanya dapat diturunkan jika tetap dilakukan. Melestarikan adat tak harus dengan membuat prosesi adat yang panjang. Generasi muda masa kini masih bisa melestarikan budaya dengan cara yang lebih mudah diadaptasi.

“Ada kok yang bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Misalnya lagi adat apa, kan kita di Jawa identik sama tumpeng, toh kita nggak perlu semeriah meriah seperti apa. Kita tumpengan aja sudah melestarikan budaya Jawa sebenernya,” kata Reisa.

Tak banyak anak muda yang mau melaksanakan pernikahan dengan adat Jawi Jangkep seperti Reisa. Pasalnya prosesi adat yang sangat banyak dan menghabiskan waktu serta budget ini tak mudah diterima anak masa kini.

“Sebenernya basicnya ini karena apa ya, merasa tidak punya waktu atau ini kan menghabiskan biaya cukup besar gitu. Jadi banyak yang menganggap nggak perlu, lebih baik kita saving untuk yang lain,” terang Reisa lebih lanjut.

Kisah Reisa di atas makin bikin Klovers tentang royal wedding keraton Jawa bukan? Tunggu artikel selanjutnya hanya di KapanLagi.com. Kami akan kupas seperti apa royal wedding keraton jawa. Nggak hanya royal wedding di Inggris aja yang perlu kita ketahui.

(kpl/dka)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING