SELEBRITI

Kondotel di Batu Tak Juga Dibangun, Artis Fadlan Dilaporkan Para Pembeli

Kamis, 24 Januari 2019 09:04 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Barlian Ganesi © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko dan Muhammad Fadlan © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Artis Muhammad Fadlan dilaporkan oleh puluhan orang pembeli kondotel yang berlokasi di Batu, Jawa Timur. Fadlan sebagai Direktur Utama PT Penta Berkat, selaku pengembang dilaporkan lantaran tidak juga membangun kondotel oleh para pembelinya.

"Kami melaporkan PT Penta Berkat dengan Direktur Utama Fadlan Muhammad. Kami patut duga adanya penipuan dan penggelapan terkait pembangunan kondotel di Kota Batu," kata Barlian Ganesi di kantornya, di Kota Malang, Rabu (23/1).

Barlian bersama tim pengacara atas nama 30 orang pembeli telah melaporkan Fadlan dan kawan-kawan ke Mapolda Jawa Timur, Senin (21/1). Mereka mengaku dirugikan atas transaksi yang sudah dilakukan senilai total Rp 7 Miliar, tetapi kondotel hingga saat ini belum dibangun.

"Jadi pembelian kondotel secara in house, nyicil di perusahaan. Dibayar 50 persen, plus tanda jadi Rp 2 juta dan DP 200 juta, sisanya dibayarkan setelah serah terima kunci," jelas Barlian.

1. Molor 6 Tahun

Kata Barlian, dijanjikan 3 tahun dari transaksi jual beli pada 2013 akan dilakukan serah terima kunci kepada pembelinya. Namun hingga saat ini atau sudah 6 tahun, bangunan belum juga terbangun.

Pembeli rata-rata sudah menyerahkan Rp 202 juta sebagai tanda jadi dan pembayaran uang muka 50 persen. Tetapi beberapa orang juga sudah membayar lunas dan membeli lebih dari satu unit.

"Ada yang beli satu ada yang beli tiga. Kalau beli tiga dihitung saja, ada yang lunas juga. Ada yang bayar separo, dijanjikan terima kunci 2016," ungkapnya.

2. Ada Nama Rachmawati Soekarnoputri

Sementara itu dalam laporan tersebut nama Rachmawati Soekarnoputri turut terseret-seret. Lantaran adik kandung Megawati Soekarno Putri itu berstatus sebagai Komisaris Utama PT Penta Berkat.

Namun Barlian menegaskan, bahwa sebagai terlapor adalah Muhammad Fadlan dan kawan-kawan. Pihaknya tidak pernah melaporkan orang per orang dalam kasus tersebut.

"Saya tidak pernah bicara masalah perseorangan Ibu Rachmawati. Jadi yang kami bicarakan adalah satu, yang kami laporkan PT Penta Berkat," terangnya.

3. Menyerahkan Pada Penyidik

Barlian sendiri mengaku pernah menerima surat dari pengacara Rachmawati yang menjelaskan sejak 11 Oktober 2016 sudah mengundurkan diri. Kemudian 25 Oktober 2016, kemunduran dirinya itu sudah dicatatkan di notaris.

Tetapi surat itu tidak disertai bukti, hanya dalam bentuk surat dari pengacara yang ditunjuk oleh Rachmawati. Barlian pun menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk urusan tersebut.

"Kita tidak bisa melihat Bu Rachma ini ikut serta atau tidak. Kami tidak bisa, yang nentukan nanti penyidik. Karena ini menyangkut undang-undang perseroan terbatas. Bu Racma ikut tidak dalam masalah ini? Dia waktu komisaris melakukan ndak? Itu urusan penyidik, bukan urusan kami," jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini lokasi kondotel yang dimaksud masih dalam kondisi tanah kosong. Bahkan pagar dan seng penutup, berserakan setelah diterjang angin.


REKOMENDASI
TRENDING