SELEBRITI

Konser Kotak di Jambi Diprotes Warga, Panitia Kena Denda Adat!

Jum'at, 09 Agustus 2019 17:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Tantri Kotak © KapanLagi/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Band Kotak belum lama ini menggelar konser tunggal di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Konsernya berjalan lancar dan meriah, tapi setelahnya, pihak penyelenggara mendapati protes keras dari sejumlah masyarakat lokal di sekitar lokasi konser.

Dilansir dari Liputan6.com, panitia dijatuhi denda adat dalam bentuk satu ekor kambing, 20 biji kelapa dan 20 gantang beras. Alasannya karena konser dari Tantri CS digelar pada Malam Jumat. Hal itu dianggap tidak etis.

"Karena keberatan ini kemudian ada lima ketua RT yang tinggal di sekitar lokasi konser menggelar pertemuan dengan panitia. Hasilnya menjatuhkan hukuman denda adat kepada panitia konser," kata seorang warga di Kelurahan Gunung Kembang, Sarolangun bernama Wahyu saat dihubungi Liputan6.com.

 

1. Konser Tetap Dipadati Penonton

Meski dianggap menyalahi aturan, namun nyatanya konser Kotak tetap dipadati penonton. Bahkan, banyak pendatang dari kota lain yang juga rela datang jauh-jauh demi menyaksikan band idolanya tersebut.

"Setelah melalui perundingan dan sanksi adat itu konser tetap dilaksanakan, dan acara konsernya ramai. Bahkan ada kerabat kotak dari provinsi tetangga yang datang, seperti Kerabat Kotak Padang itu datang," sambung Wahyu.

2. Pihak Panitia Tak Minta Izin

Kabupaten Sarolangun dijuluki sebagai 'Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko' yang mempunyai hukum adat tersendiri. Siapapun yang melanggar peraturan itu dipastikan bakal kena denda adat.

Menurut Ketua RT 14 Kelurahan Gunung Kembang, Lasdi, pihak penyelenggara tidak minta izin terlebih dulu jika bakal menyelenggarakan konser tersebut. Walhasil, banyak warga yang protes.

"Secara aturan kami menilai sudah salah, karena hiburan ini dilaksanakan pada malam hari, apalagi ini acaranya malam Jumat. Kami ketua RT banyak menerima protes dari warga kami karena ada konser musik pada malam Jumat dan juga tidak koordinasi ke pihak desa ataupun RT setempat. Kami yang merasa punya rumah seharusnya mereka permisi terlebih dahulu," kata Lasdi.


REKOMENDASI
TRENDING