Lola Amaria Tak Jera Bikin Film Digital

Kapanlagi.com - Meskipun dua filmya yang berjudul Beth dan Novel Tanpa Huruf R tidak bisa beredar di jalur bioskop karena tak di-blow-up menjadi film 35 mm yang sesuai dengan proyektor bioskop di mana pun, ternyata Lola Amaria tak kapok untuk bikin film digital lagi. Maklumlah untuk membuat film digital bujetnya cukup dengan kisaran angka Rp 200 juta saja, sedangkan untuk memproduksi film dengan bahan baku negative 35 mm, tidak bisa kurang dari Rp 2 milyar, jadi hanya sepersepuluhnya. Masalah biaya itulah yang merupakan kendala terbesar bagi para pembuat film independen.

Cewek Leo kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 ini sekarang malah meningkatkan profesinya sendiri dengan menjabat sutradara untuk film yang juga diproduserinya, judulnya Betina.

"Yang penting kita bikin dulu, baru kalau ada sponsor (untuk mem-blow-up Betina di Warung Apresiasi-Bulungan, Jumat (14/5) malam. Sebelumnya Lola sudah mengumumkan niatnya itu saat hadir sebagai bintang tamu dalam program promosi film yang diproduksi Cineplex 21, di studio Metro TV, Jumat malam.

Menjadi sutradara memang sudah lama merupakan obsesi Lola. Artis yang namanya melejit saat melakoni sinetron Penari ini terinspirasi dari wanita-wanita lain yang sudah menjadi sutradara. Sebut saja misalnya Joan Chen, Jodie Foster, dan Sofia Coppola. "Ini film pertamaku jadi aku akan mengerahkan segala kemampuanku," janjinya.

Rencananya, film yang didukung oleh Kirana, Maudy Koesnaedi, dan Kinaryoshi sebagai tokoh Betina ini akan mengambil gambar di sekitar Bogor dan Sentul, Jawa Barat. "Syutingnya akan memakan waktu selama 10 hari dan dimulai pada 18 Mei 2004," aku si pemilik bibir seksi.

Ide ceritanya menurut Lola berasal dari cerita adiknya yang kuliah di jurusan psikologi. "Setelah ujian, adik gue cerita sama gue. Dari situ gue kepikiran terus dan gue pikir menarik untuk dibuat film. Setelah 3 tahun baru sekarang terwujud," imbuhnya.

"Betina bertutur tentang sebuah cinta yang tidak logis. Semua mahasiswa psikologi tahu soal ujian ini. Karena memang sering terdapat di soal-soal ujian mereka. Tes ini untuk membuktikan apakah seseorang mempunyai jiwa pembunuh atau tidak," begitu kata Lola tentang tokoh utamanya, seorang gadis yang tega menghabisi ibu-kandungnya sendiri demi untuk bertemu muka dengan lelaki khayalannya

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(dst/erl)

Rekomendasi
Trending