CLOSE

Melanie Subono: Masyarakat Membutuhkan Lebih Banyak Sosialisasi Perpajakan

Melanie Subono

Kapanlagi.com - Perayaan hari kemerdekaan mungkin sudah berlalu. Namun semangat kemerdekaan tetap bersemayam di hati masyarakat Indonesia. Banyak keadaan yang sudah berubah sejak Indonesia meraih kemerdekaannya. Perkembangan negara ini tidak lepas dari peran masyarakat yang taat membayar pajak. Direktorat Jenderal Pajak-lah yang bertugas untuk menciptakan sistem untuk mendorong masyarakat agar taat membayar pajak hingga pembangunan dapat terlaksana. Hal ini disoroti oleh salah satu wanita nyentrik yang bergerak di sebuah bidang yang sudah mampu mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Dialah Melanie Subono. Bersama Java Musikindo, Mel sudah mendatangkan begitu banyak artis manca negara. Wanita ini juga memiliki opini tentang pelayanan pajak sehubungan dengan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2012 lalu. Melanie yakin bahwa Direktorat Jenderal Pajak memiliki teori yang baik dalam menjalankan sistem dan aturan. Sayangnya, performa ini masih belum yang terbaik dengan banyaknya kasus yang berhubungan dengan pajak. "Masyarakat tahu bahwa pajak adalah lahan yang ‘sangat basah’ untuk mencari uang. Saya sendiri memang mengenal secara pribadi orang yang masih bisa bermain pajak. Jadi menurut saya Ditjen Pajak sudah cukup baikdalam menjalankan kewajiban mereka sebagai instutusi pemungut pajak," ucap wanita yang juga sering menjadi pembicara di beberapa seminar tentang LO. Ditjen Pajak juga kerap melakukan perubahan sistem untuk mempermudah masyarakat dan menimbulkan kepercayaan masyarakat bahwa kasus penggelapan pajak yang sudah lalu tidak akan terjadi lagi ke depannya. Salah satunya adalah dengan membentuk Tim Harmonisasi Ketentuan Perpajakan untuk melakukan harmonisasi atas seluruh ketentuan perpajakan. Menurut Melanie Subono apakah kebijakan perpajakan saat ini sudah tepat bagi kemajuan Republik Indonesia? "Kebijakan Pajak menurut gue, di manapun itu adalah baik, di negara manapun dan untuk orang mana pun, karena itu mengajarkan tentang kewajiban kita juga. Jangan cuma mau memakai fasilitas negara, tapi gak mau bayar. Sama dengan nempatin rumah orang, pakai fasilitasnya tapi gak mau bayar sewa. Kebijakan perpajakan itu tepat kalau dijalankan," ungkap wanita yang lahir di Hamburg, Jerman ini. Lantas, bagaimana seharusnya pelayanan pajak yang baik dan profesional menurut kacamata Melanie? "Pelayanan dalam bidang apapun sama standar baik dan profesionalnya, tapi kalau menurut saya ada yang lebih penting dari 'bentuk' pelayanan pajak, yaitu sosialisasi pajak dan hukum yang berlaku. Boro–boro mau bicara pajak yang baik, pajak profesional dll. Kalau saya bisa bilang sebagian besar rakyat kita pun tidak tahu apa itu pajak, untuk apa, dan sebagian lain yang mengerti dan punya uang cukup untuk 7 turunan, malah merasa sayang untuk memberikan pajaknya," ujarnya. Moment kemerdekaan tentunya momen yang pas untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri demi kebaikan dirinya dan lingkungan sekitarnya. Begitu juga dengan Ditjen Pajak, moment 17 Agustus juga merupakan moment untuk mengevaluasi sistem yang sudah dijalankan. Nah, apakah Melanie memiliki saran kepada Ditjen Pajak dalam peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 ini? “Kita ini negara besar, dengan masyarakat multi fungsi, multi situasi, multi kepentingan dll. Di saat sebagian besar rakyat masih mikir besok mau makan apa, artinya sebagian besar rakyat masih tidak peduli akan pajak. Mulailah dengan sosialisasi. Ke sekolah–sekolah, sedini mungkin dan beranikan diri kalian untuk memperlakukan kelas 'tengah' sama dengan kelas atas, sehingga diharapkan seluruh elemen masyarakat membayar pajak tanpa kecuali. Seingat saya, mereka juga masih rakyat Indonesia kan?” ujar putri dari Adrie Subono ini dengan nada yang menantang.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/bin/mae)

Rekomendasi

Trending