Menurut Ramzi, Pelaku Kekerasan Seks Pada Anak Harus Dihukum Mati

Jum'at, 04 Desember 2015 12:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Menurut Ramzi, Pelaku Kekerasan Seks Pada Anak Harus Dihukum Mati Ramzi © KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Sebagai sosok artis sekaligus ayah, Ramzi sangat resah dan kesal dengan maraknya kasus kekerasan seks pada anak-anak dalam beberapa waktu terakhir ini. Terlebih lagi, anak semata wayangnya, Asila Maisa Fatihah (9) adalah seorang gadis yang kini tengah dalam masa-masa pertumbuhan.

Tanpa ragu-ragu, Ramzi menyebut jika para pelaku kekerasan seksual terhadap anak seharusnya dihukum seberat-beratnya. Pasalnya jika tidak, sang pelaku akan kembali mengulanginya lagi dan lagi suatu saat nanti.

"Menurut Kapolda ada UU khusus untuk perlindungan anak, hukumannya sampai hukuman mati. Kalau saya itu harus hukum mati, mereka bukan hanya penjahat tapi biadab," ujar Ramzi ketika ditemui di acara Bakti Sosial dan Kesehatan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu, Kamis (3/12).

Ramzi ingin pelaku kekerasan seks dihukum mati © KapanLagi.com®/RuswantoRamzi ingin pelaku kekerasan seks dihukum mati © KapanLagi.com®/Ruswanto

Presenter D'Academy ini punya cara sendiri untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan pada anaknya. Ia lebih memilih cara pendekatan pada anak secara verbal atau diskusi untuk memberitahu mana yang harus dilakukan dan tidak.

"Gue selalu komunikasi sama istri. Lalu gue juga komunikasi sama keluarga lainnya nanya soal anak. Mudah-mudahan anak nggak sampe kena lah, paling tidak harus antisipasi. Orang yang kita tidak duga bisa jadi menjadi orang jahat," sambungnya.

Pemilihan pakaian yang tepat untuk anak adalah salah satu hal yang digarisbawahi oleh Ramzi. Pasalnya, busana yang terlalu terbuka besar kemungkinan akan mengundang kejahatan orang lain.

"Kalau anak saya Maret (usia) 10 tahun. Gue sama istri memberikan baju-baju yang masih terjaga, anak-anak harus dijaga pakaiannya. Kan banyak anak kecil keluar rumah cuma pakai kutang gitu doang. Memang masih kecil tapi hal itu bisa saja membuat orang-orang yang punya imajinasi liar berniat jahat," pungkasnya.

(kpl/pur/gtr)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING