SELEBRITI

Nana Mirdad Ungkap Kronologi Temannya yang Kabur dari Karantina, Dituding Positif Corona - Diperlakukan Tidak Layak

Kamis, 26 Maret 2020 11:45

Nana Mirdad © Instagram/nanamirdad_

Kapanlagi.com - Belum lama ini Bali dihebohkan dengan adanya seorang bapak dan anak yang kabur dari karantina. Nana Mirdad yang mengetahui hal tersebut langsung memberikan pendapatnya melalui Instagram Story.

Diketahui keluarga bapak tersebut merupakan teman dekat Nana Mirdad dan Andrew White. Ia pun mengaku prihatin dengan orang-orang yang memberlakukan hal yang tidak pantas kepada mereka.

Nana pun berikan sindiran keras terhadap oknum yang mengancam mereka. Menurutnya oknum tersebut masih memiliki pengetahuan yang kurang dalam memisahkan dan memilih siapa saja yang harus di karantina.

 

1. Kronologi Cerita

Melalui unggahannya, Nana mengungkapkan bahwa ia miris melihat pemberitaan yang mengatakan kalau mereka telah kabur dari karantina. Pasalnya mereka sebenarnya bukanlah pasien.

Diketahui orang tersebut bernama Tony yang tengah menjemput kedua anaknya yang bernama Isis dan Erica. Anak-anak tersebut berasal dari Inggris dan baru tiba di bandara Selasa malam (24/3). Pada saat itu keduanya menjalani pemeriksaan temperatur dan menunjukkan suhu tubuh yang normal yaitu 36,3 derajat celcius.

Namun entah kenapa dari 40 penumpang, hanya Isis saja yang dipanggil ke ruangan imigrasi. Bahkan Erica, kakak Isis telah dilepas dan dibiarkan pulang. Saat itu imigrasi mengatakan kalau Isis harus menjalani tes rapid meskipun tidak ada gejala apa-apa. Namun alat tes rapid saat itu belum tersedia sehingga Isis harus dikarantina. Dikatakan kalau alat tersebut akan tersedia setelah hari Nyepi.

2. Dianggap Buronan

Mengingat anaknya yang masih 17 tahun, Tony pun tetap menunggu di tempat karantina. Setelah sekian lama menunggu dan tanpa dibekali APD, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah mereka langsung memanggil dokter dan diberikan health ceritificate yang menunjukkan kalau anaknya sehat.

Namun pada malam itu juga, rumah Tony didatangi lebih dari 100 orang. Meski sudah menunjukkan health certificate, tapi mereka dipaksa untuk kembali ke karantina. Mereka pun dibiarkan tanpa dilakukan pemeriksaan kesehatan ataupun sesuai dengan standart APD.

Parahnya, informasi pribadi mereka mulai dari alamat, foto, hingga nomor telepon telah disebar seperti dianggap buronan. Bahkan sampai saat ini mereka mendapat kecaman yang tidak seharusnya mereka terima.

"Jika tidak menunjukkan gejala maka direkomendasikan untuk SELF QUARANTINE oleh pemerintah dan itu yang mereka lakukan. Namun sayangnya mereka diperlakukan sebaliknya. BTW mereka adalah WNI," tulisnya.

3. Diperlakukan Tidak Layak

Hingga saat ini Tony dan Isis masih ditahan di karantina tanpa adanya surat-surat resmi, informasi yang jelas dan tanpa ditemani dokter ataupun staff medis. Mereka ditemani staff yang hanya mengenakan jaket hujan dan alat termometer. Selain itu mereka juga dijaga oleh SATPOL PP.

Nana pun menyayangkan tempat karantina yang tidak begitu layak. Hal ini karena mereka digabungkan dengan tempat yang sama dengan orang-orang yang menunjukkan gejala tanpa disterilkan terlebih dahulu.

Dapat terlihat kalau tempat karantina tersebut berupa toilet kecil. Mereka pun hanya diberikan nasi bungkus dan tidak diperkenankan untuk keluar sampai alat test datang.

Pada akhir tulisannya, Nana mengkritik warga Indonesia masih belum memahami bagaimana memilih dan memisahkan seseorang yang harus dikarantina. Ia pun mengingatkan untuk sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang lain sesuai dengan haknya masing-masing.


REKOMENDASI
TRENDING