Penuh Risiko, Ini Alasan Nugie Tetap Nekat Bersepeda di Jakarta

Selasa, 09 Mei 2017 04:23 Penulis: Rahmi Safitri
Penuh Risiko, Ini Alasan Nugie Tetap Nekat Bersepeda di Jakarta Nugie © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Musisi kenamaan Nugie ternyata memiliki hobi positif yang juga bermanfaat untuk kesehatan tubuhnya, yakni bersepeda. Bukan tanpa tantangan, pria 45 tahun itu tahu betul risiko yang harus dihadapinya saat bersepeda, tapi alasan ini yang membuatnya tetap nekat melakukannya.

"Saya dateng ke tempat acara pasti keringetan. Itu aja. Tapi kalau kelebihan saya lebih cepat nyampe, udah pasti. Di jam-jam yang biasanya diadakan event tuh pas macet, apapun di wilayah jakarta. Terus saya juga lebih banyak berhemat. Saya juga banyak berkontribusi yang baik terhadap udara Jakarta karena saya nggak pakai kendaraan bermotor," ujar Nugie saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

"Memang akses kita untuk sepeda di Jakarta memang sangat kurang dan sangat banyak risiko. Tapi mau nggak mau kalo nggak dimulai, kapan lagi. Sepeda di Jakarta akan menjadi dalam tanda kutip transportasi yang dipilih masyarakat. Karena kalau menunggu akses kayaknya nggak bakal jadi dalam waktu dekat ini. Jadi saya memilih nekat aja. Dan ya sampai sekarang masih tetap aman-aman saja," lanjutnya.

Nugie tetap bersepeda meski penuh risiko © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto Nugie tetap bersepeda meski penuh risiko © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto


Faktor keselamatan adalah salah satu risiko utama yang harus dialami para pengendara sepeda di jalanan ibukota, termasuk Nugie. Bahkan, pria bernama lengkap Agustinus Gusti Nugroho itu juga kerap bersitegang dengan pengendara kendaraan bermotor.

"Pernah lah. Di kota Jakarta, pengalaman dengan bersitegang dengan pengendara-pengendara motor itu sering banget. Karena menurut saya mereka belum sadar, hak yang perlu dibagi, jalanan itu masih ada pejalan kaki, masih ada sepeda, masih ada juga tukang-tukang kaki lima yang pakai dorongan," ungkap drummer The Dance Company tersebut.

"Mungkin lebih lambat, tapi itu masalah sosialisasi aja bahwa sepeda itu mempunyai hak yang sama dengan pengendara motor yang lainnya. Beberapa kali kesempatan saya dipepet terus saya dikatain, buat saya sih 'oh ya udah, yang waras ngalah'," pungkasnya.

(kpl/far/mhr)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING