Perhari Butuh 10 Butir Narkoba, Anggita Sari Ketergantungan Berat

Selasa, 29 November 2016 10:38 Penulis: Ahmat Effendi
Perhari Butuh 10 Butir Narkoba, Anggita Sari Ketergantungan Berat Anggita Sari ©KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Mantan kekasih terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman yaitu Anggita Sari saat ini juga terjerat masalah yang sama. Pada hari Kamis dini hari tanggal 24 November 2016, Anggita ditangkap di kediamannya yang ada di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan karena kepemilikan narkoba. Saat ini Anggita pun tengah menjalani proses rehabilitasi.

"Sudah masuk RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) didampingi oleh keluarga dan lawyer Senin jam dua siang. Dia diserahkan untuk menjalani proses rehabilitasi. Meski direhab proses hukum tetap jalan. Berkasnya tetap naik ke Jaksa," ujar Kasat Reskrim Narkoba Polres Jakarta Selatan Vivick Tjangkung Saat dihubungi awak media Senin malam (28/11)

Anggita Sari ditangkap bersama 55 butir zat psikotropika, dan keluarganya sempat meminta rehabilitasi. Meski awalnya ketika ditangkap kondisi Anggita terlihat kurang stabil, kini sikapnya sudah lebih tenang.

Anggita Sari memiliki ketergantungan yang sangat berat kepada narkoba. ŠKapanLagi.comAnggita Sari memiliki ketergantungan yang sangat berat kepada narkoba. ŠKapanLagi.com

"Sudah stabil. Sudah ketemu sama keluarga yakni ibunya, lawyernya juga sudah sampaikan bahwa dia adalah tersangka karena sudah terbukti salah, jadi tidak usah istilahnya banyak melawan. Pihak kepolisian juga memberikan cara agar dia relax," ujarnya.

Anggita mengaku memakai narkoba agar bisa tidur dan menenangkan pikiran. Ketika ditangkap 55 butir obat terlarang yang ia bawa terdiri dari Merlopam, Valdimex, Calmlet, Alprazolam dan Xanax. Dari pemeriksaan, ternyata tingkat ketergantungan Anggita bisa dikatakan sangat tinggi.

"Iya, karena dari BNNK menyatakan ketergantungan dia di atas rata rata. Per hari dia bisa menghabiskan 10 butir. Normal itu 4 butir. Dalam tingkat kecemasan tinggi atau tidak nyaman dia minum sampai 10 butir," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING