SELEBRITI

Perjalanan Hidup Fatimah Az Zahra, Dulu Hidup Susah Kini Jadi Pebisnis Omzet Puluhan Miliar per Bulan

Selasa, 29 Juni 2021 02:08

Fatimah Az Zahra / Credit Foto: Instagram.com - fatimahazzahrabatris

Kapanlagi.com - Fatimah Az Zahra adalah salah satu pengusaha wanita yang paling sukses di Indonesia. Bisnis yang dijalaninya di bindang herbal saat ini sudah menghasilkan omzet hingga puluhan miliar tiap bulannya. Namun di balik itu, ada banyak kisah yang tk diketahui publik dari seorang Fatimah Az Zahra.

Fatimah lahir dari keluarga serba kekurangan. Sejak kecil, Ia tinggal di Panti Asuhan demi bisa bersekolah dan memperbaiki perekonomian keluarganya. Fatimah menjalani pendidikan SMA di pesantren As Syafi'iyah di bawah asuhan Ibu Tuti Alawiyah hingga lulus, kemudian bekerja di pabrik kawasan industri.

"Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta menjadi operator produksi. Ketika pertengahan bulan, saya kehabisan bekal, gaji UMRnya sudah habis, jadi tidak ada ongkos untuk saya pulang pergi ke tempat kerja. Saya naik bus antar jemput karyawan. Nah dari Tambun ke booth itu saya jalan kaki karena tidak ada tidak punya ongkos. Saya makan hanya mengandalkan makan siang dari pabrik, lalu pulang perginya jalan kaki termasuk saat shift malam. Sampai diomongin orang kalau anak perempuan pulangnya tengah malam," tutur Fatimah dikutip dari akun Youtube pribadinya, Senin (28/06/2021).

 

1. Doa yang Didengar Allah SWT

Saking sulitnya keadaan, Fatimah mengaku harus puasa selama berhari-hari karena tak punya uang untuk makan. Bahkan untuk sahur dan buka puasa pun, Ia hanya mengonsumsi air putih. Pada saat itu, Fatimah cuma bisa berdoa dan minta bantuan pada Allah.

Fatimah mengungkapkan ada satu cerita yang bagi sebagian orang mengharukan tapi kadang-kadang juga menjadi candaan buat dirinya sekarang. Fatimah mengaku pernah tak memiliki apapun untuk dimakan, maka dirinya memutuskan untuk berpuasa. Selama berhari-hari, dia puasa tanpa makan makanan.

"Sahur pakai air mentah dan buka puasanya juga dengan air mentah. Begitu terus sampai beberapa hari. Sampai akhirnya, perut saya sudah sakit sekali karena tak kemasukan makanan untuk beberapa lama. Saya cuma bisa curhat kepada Allah SWT, 'Ya Allah, perut saya lapar, perih sekali. Tolong berikan saya makanan untuk berbuka puasa. Dari mana saja, Engkau Maha Baik dan Engkau Maha Kuasa Memberikan Rezeki kepada hamba. Dari mana saja'," kenangnya.

"Lalu tiba-tiba ada kucing membawa ikan besar naik ke tempat saya duduk, membawa ikan besar entah dari mana, begitu melihat saya, kucing itu kaget dan pergi meninggalkan ikan besar di depan saya itu. Masya Allah saya merasa bahwa ikan itu adalah kiriman dari Allah," tambah Fatimah.

 

2. Awal Mula Bisnis Herbal

Cobaan Fatimah tak terhenti sampai situ saja, karena beberapa lama kemudian dirinya didiagnosis mengidap penyakit dalam hingga harus dioperasi. Namun lagi-lagi karena terkendala ekonomi, Fatimah pun mencari cara supaya penyakitnya sembuh tanpa harus operasi.

"Dan akhirnya saya mempelajari herbal. Saya mempelajari daun-daunan pengobatan herbal, daun-daunan minyak-minyakan dan sebagainya. Alhamdulillah Allah memberikan kesembuhan kepada saya melalui herbal-herbal tersebut, seperti Virgin Coconut oil. Dari situ saya menceritakan kesembuhan saya melalui herbal tersebut ke berbagai media sosial," tambahnya.

"Ternyata feedbacknya bagus. Banyak orang yang meminta dicarikan racikan herbal untuk penyakitnya. Namun, saya tak punya modal untuk membuat racikan herbal tersebut. Allah kembali kasih jalan. Jadi para pelanggan yang memberikan modal untuk saya putar kembali," urai Fatimah.

 

3. Omzet Capai Puluhan Miliar Per Bulan

Seiring berjalannya waktu, usaha Fatimah kian berkembang. Tahun pertama, Ia sudah bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 10 jutaan dan kini bisa mencapai omzet miliaran per bulan. Fatimah pun lantas menuangkan kisahnya dalam sebuah bentuk buku.

"Saat itulah saya meluncurkan buku 'Omzet Miliar Tanpa Modal', karena itu termasuk suatu termasuk perjalanan bisnis yang sangat pesat gitu ya dari tanpa modal 5 tahun kemudian sudah di angka miliar per bulan, kemudian tahun keenam juga masih miliaran, tahun ke-7 mulai puluh miliar, tahun ke-8 sekarang sudah mendekati tahun ke-9, alhamdulillah sudah puluhan miliar per bulan. Per tahunnya ratusan miliar," tutup Fatimah.

 

(kpl/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING