tick, tick... BOOM!
Biography Comedy Drama

tick, tick... BOOM!

2021 115 menit PG-13
Rating 7.5/10
Rating 8.3/10
Sutradara
Lin-Manuel Miranda
Penulis Skenario
Steven Levenson Jonathan Larson
Studio
5000 Broadway Productions Imagine Entertainment

Pada 1992, Jonathan Larson tampil dengan monolog rock 'Tick, Tick... Boom!' di New York Theatre Workshop, ditemani Roger dan Karessa. Ia menceritakan suara tik-tik yang selalu terdengar di kepalanya dan mulai membagikan kisah perjalanan hidupnya menjelang ulang tahun ke-30. Seorang narator yang tidak terlihat menjelaskan bahwa film ini adalah kisah nyata Jonathan, kecuali bagian- bagian yang Jonathan buat-buat sendiri.

Cerita membawa penonton kembali ke awal 1990, ketika Jonathan harus menyeimbangkan pekerjaan di Moondance Diner di SoHo sambil mempersiapkan workshop musikal impiannya, Superbia. Tekanan untuk sukses sebelum ulang tahunnya semakin terasa; dengan ulang tahun yang tinggal seminggu lagi, workshop itu menjadi kesempatan terakhirnya, sebuah momen yang ia sebut "30/90".

Jonathan sering mengadakan pertemuan kecil di rumah dengan teman-teman dekatnya, termasuk mantan teman sekamar Michael, pacarnya Susan, dan rekan-rekan pelayan Freddy dan Carolyn. Saat pesta itu, Susan memberitahu Jonathan tentang kesempatan mengajar di Jacob's Pillow dan memintanya ikut, sementara Michael, yang dulu meninggalkan dunia teater untuk karier periklanan yang menguntungkan, melihat tawaran Susan sebagai pertanda bahwa Jonathan harus mulai mempertimbangkan masa depan yang lebih serius. Ia bahkan mengajak Jonathan untuk mengikuti focus group di perusahaannya. Tawaran- tawaran itu menambah kebingungan Jonathan yang sudah dipenuhi keraguan dan ketakutan akan kegagalan.

Tekanan semakin berat ketika produsernya, Ira, meminta Jonathan menulis lagu baru untuk Superbia karena cerita musikal itu memerlukannya. Hal ini mengingatkan Jonathan pada Stephen Sondheim, idolanya, yang pernah menyuruhnya melakukan hal yang sama di workshop beberapa tahun sebelumnya. Namun ide-ide tidak kunjung muncul, dan waktu tinggal seminggu lagi. Kekhawatirannya bertambah ketika Carolyn memberi tahu bahwa Freddy, temannya yang positif HIV, tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit. Kabar itu membuat Jonathan semakin cemas tentang hidupnya sendiri, tentang teman-temannya, dan tentang masa depan musikal yang ia cintai.

Di tengah semua tekanan itu, Jonathan terus merenungkan pilihan-pilihan yang harus ia ambil, dari pekerjaan mengajar, kesempatan di periklanan, hingga workshop Superbia yang menjadi impian sekaligus ujian terakhirnya. Semua orang dan kesempatan yang datang membuatnya bertanya-tanya kapan-kapan ia akan menemukan arah yang benar. Dengan ulang tahun yang semakin dekat dan berbagai tanggung jawab yang menumpuk, keputusan apa yang akan Jonathan ambil?

Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.

Andrew Garfield Jonathan Larson
Alexandra Shipp Susan
Robin de Jesus Michael
Vanessa Hudgens Karessa
Joshua Henry Roger
Jonathan Marc Sherman Ira Weitzman
Michaela Jau00e9 (MJ) Rodriguez Carolyn
Ben Levi Ross Freddy
Judith Light Rosa Stevens
Bradley Whitford Stephen Sondheim