Rieke Dyah Pitaloka Jadi Duta Energi

Kapanlagi.com - Segala urusan yang menyangkut hak dan harkat hidup orang banyak alias masyarakat luas akan selalu membuat Rieke Dyah Pitaloka bergairah. Setelah menjabat Duta Lingkungan Hidup KLH, Rieke kini menjabat menjadi Duta Energi Yayasan Sundaya."Kenapa saya mau terima tugas ini, ya karena misinya segaris dengan aktivitas saya selama ini, ingin memajukan kesejahteraan umum termasuk dengan menjaga lingkungan hidup yang sehat," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (14/1).Keke, demikian sapaan akrab Rieke, berpendapat bahwa masyarakat dan juga bangsa Indonesia seharusnya bisa mendapatkan energi secara mandiri, tidak tergantung kepada pihak lain sebagai penyedia atau penentu. Ia mengatakan, seperti halnya beberapa negara lain, Indonesia juga sedang dilanda krisis energi. Ia menyebut fenomena antre minyak tanah sebagai salah satu contoh kongkrit."Kalau tidak tertutup berita RSPP (kondisi kesehatan Presiden kedua R.I, Soeharto), pasti foto-foto orang antre minyak tanah ramai di koran-koran," katanya sambil tertawa.Pemakaian bahan bakar yang harganya sekarang sedang melambung itu pun, katanya, sudah dibatasi agar tidak habis dari kandungannya di dalam perut Bumi. Pemanfaatan lahan gambut, yang dulu dicanangkan oleh pemerintah, pun terbukti merusak lingkungan karena memicu terbentuknya gas rumah kaca, salah satu faktor pendorong perubahan iklim global.Berkaitan dengan masalah krisis energi itu, Keke menyambut baik tawaran Yayasan Sundaya untuk mengkampanyekan pemanfaatan energi cahaya Matahari."Cahaya Matahari itu gratis dan tidak ada yang bisa membatasi atau mengaturnya. Matahari itu juga anugerah Tuhan, tidak berdampak buruk bagi lingkungan," katanya.Pemeran Oneng dalam sinetron BAJAJ BAJURI ini mengatakan, pemanfaatan energi alternatif lain, baik yang memanfaatkan bahan tambang dan mineral di dalam perut Bumi, bahkan tenaga angin dan nuklir sekalipun, tidak ada yang dapat membuat masyarakat benar-benar dapat mandiri dalam memperoleh energi dibandingkan cahaya Matahari.Dalam gerakan sosialisasi yang disebut Kajul, Keke dan Yayasan Sundaya akan memberikan penjelasan tentang satuan energi listrik, joule."Umumnya, masyarakat membeli barang berdaya listrik seperti lemari es atau bohlam, pasti memilih yang watt-nya kecil, dengan harapan bayar listriknya murah. Padahal, watt tidak menentukan berapa banyak energi listrik yang kita pakai," katanya.Ia menambahkan, yang penting sekarang adalah menyadarkan masyarakat mengenai energi, termasuk memberi pemahaman bahwa energi listrik lebih murah daripada energi BBM, memasak dengan listrik lebih murah daripada dengan gas."Sayangnya, sebagian besar masyarakat kita tidak bisa menghitung sendiri biaya listrik. Ini adalah hambatan besar untuk membuat orang sadar energi," jelas Keke, yang kini juga aktif di Departemen Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat PDIP, setelah sembilan tahun dikenal sebagai salah seorang pengurus PKB. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/boo)

Rekomendasi
Trending