SELEBRITI

Sakit Mata Bawaan Lahir, Bima Anak Cynthia Lamusu Sempat Terancam Buta

Rabu, 17 Oktober 2018 15:15 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Tatjana dan Bima ©instagram.com/tatjanadanbima

Kapanlagi.com - Kerap kali melihat Bima, salah satu dari dua anak kembar Cynthia Lamusu dan Surya Saputra memakai kacamata? Ternyata hal itu bukan hanya sekadar gaya-gayaan agar tampil fashionable. Ada alasan serius di balik kacamata yang dipakaikan Cynthia ke anak laki-lakinya ini.

Ternyata, sejak lahir ke dunia, Bima menderita sakit mata serius yang merupakan bawaan lahir bayi prematur. Nama penyakitnya adalah ROP (Retinopathy of prematurity) yang bisa menyebabkan kebutaan.

Cynthia mengetahui Bima terkena penyakit ini ketika anaknya baru lahir. Kala itu, Bima dan Tatjana dirawat di NICU lantaran lahir dengan berat kurang. Dari pemeriksaan dokter, Bima diketahui menderita AP ROP (Retinopati posterior agresif prematuritas).

1. Apa Itu ROP

Dalam caption foto Bima yang diunggah di Instagram, Cynthia menjelaskan apa itu penyakit ROP. Ia pun mengungkapkan penyebab Bima dan Tatjana lahir dengan berat kurang.

"#BIMA kok Pakai Kacamata...? Itu Kacamata Gaya-gayaan Aja Atau Kacamata Beneran..? Semua Sudah Tau ya... Kalau @tatjanadanbima Terlahir Prematur di usia Kandungan saya baru 33 minggu (harusnya yang normal minimal 37 minggu ) Naaah.... bayi Prematur itu sangat Berisiko terkena ROP (Retinopathy of prematurity). Apa Itu ROP atau retinopati prematuritas....? Adalah gangguan mata yang berpotensi membutakan. Kondisi ini terutama terjadi pada bayi prematur dengan berat sekitar 1250 gram atau kurang, yang lahir sebelum minggu ke-31 kehamilan (jangka waktu kehamilan yang dianggap cukup bulan adalah 38-42 minggu). Semakin kecil bayi ketika lahir, semakin besar kemungkinannya untuk terkena ROP. Gangguan ini—yang biasanya mengenai kedua mata—adalah salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada usia dini dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan seumur hidup dan kebutaan.)," terang Cynthia.

2. Bima Cepat Ditangani

Beruntung Bima diperiksa oleh dokter mata yang tepat dan ia pun cepat ditangani. Karena bayi dengan AP ROP harus ditangani sebelum usianya menginjak 2 bulan.

Cynthia mengungkap bahwa Bima ditangani dokter ketika ia masih berada di NICU. Kini Bima pun terhindar dari kemungkinan mengalami kebutaan pada kedua matanya. Cynthia pun menjelaskan apa AP ROP yang diderita oleh putranya.

"Apa Itu AP ROP (Retinopati posterior agresif prematuritas (AP-ROP) adalah bentuk ROP yang parah dan langka yang ditandai dengan perkembangan cepat ke stadium lanjut dengan neovaskularisasi datar di zona 1 atau zona 2 . Sebelumnya, AP-ROP disebut sebagai ROP tipe II atau ROP tipe terburu-buru. Jenis penyakit mata ini memiliki karakteristik sebagai berikut:lokasi posterior lebih;  perkembangan pesat, daripada melalui tahap klasik 1–5; dan prognosis buruk meskipun terapi dini. AP-ROP umumnya terjadi pada bayi prematur (usia kehamilan [GA] <28 minggu) dan BBLR (<1.000 g)," jelas Cynthia.

 

3. Bima Harus Pakai Kacamata

Screening awal dan tindakan di usia dini membuat Bima terhindar dari kebutaan. Namun tetap ada konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dokter terhadap Bima.

"Alhamdulillah.... Hasil Dari Tindakan nya Itu berhasil. Ada reaksi Baik dari Mata Bima. Jadinya Bima terhindar dari Kebutaan. Tapi Efek sampingnya adalah Dia Harus memakai Kacamata. Mulai pakai kaca mata di usia 18 bulan," ujar Cynthia.

Beruntung Bima tidak rewel ketika memakai kacamata. Ia pun terlihat lebih ganteng dengan kacamata yang membingkai wajahnya.

Semoga selalu sehat ya Bima!

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING