SELEBRITI

Salah Satu Momen Terbaik dalam Hidup Hamish Daud, Jadi Anak Hutan Selama 5 Tahun Lamanya

Rabu, 25 November 2020 21:08

Hamish Daud / Credit: Instagram - hamishdw

Kapanlagi.com - Hamish Daud dikenal sebagai sosok yang sangat cinta alam, terutama laut. Bukan sejak Ia jadi host program My Trip My Adventure, tapi hal itu memang sudah dirasakan oleh suami dari Raisa ini sejak lama. Salah satu hal yang membuatnya jadi begitu cinta pada alam adalah pengalamannya hidup sebagai seorang anak hutan.

Ya, mungkin banyak dari kalian yang tidak percaya, namun ayah satu anak ini pernah jadi anak hutan selama sekitar 5 tahun lamanya di Sumatera Barat. Hal itu diceritakan sendiri oleh Hamish ketika jadi bintang tamu di channel Youtube Asian Boss belum lama ini.

"Aku separuh Australia, separuh Indonesia. Setelah lahir di Australia, aku tinggal di Bali selama beberapa tahun bersama kedua orang tuaku sampai mereka pisah. Lalu aku pindah ke Jakarta selama beberapa tahun. Lalu aku pindah ke Sumba," kenang Hamish.

"Saat itu, di sana tidak ada toko, tidak ada supermarket. Jadi ketika aku lapar, aku harus pergi mencari makan sendiri. Jadi aku harus benar-benar hidup bersama bumi dan laut selama sekitar 5 tahun sampai akhirnya ibuku tahu jika aku tidak sekolah, tapi malah hidup sebagai anak hutan," tambahnya.

1. Salah Satu Momen Terbaik dalam Hidup Hamish Daud

Meski mungkin terdengar seperti kehidupan yang sangat berat, namun Hamish begitu menikmatinya. Ia bahkan masih ingat betul hal-hal gokil yang dilakukannya selama jadi 'anak hutan' di Sumba.

"Jujur saja, itu adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku. Aku naik kuda, tidur di hutan selama 3 hari, aku pergi menangkap ikan, masak barbeque di pantai, tidur sendirian di pantai seorang diri, berteman dengan anak-anak desa, bertualang bareng," ungkap host My Trip My Adventure ini.

2. Tidak Merasa Spesial

Sebagai negara maritim, orang-orang di Indonesia sejak dulu memang hidup dari laut. Hamish sebagai salah satu orang yang tinggal di masa sekarang, ingin sekali untuk merasakan hal tersebut secara langsung.

"Aku belajar lebih banyak selama 5 tahun itu daripada semua pelajaran yang pernah aku dapat di semua institusi. Hal itu tidak membuatku merasa spesial, karena memang seperti itu orang-orang asli Indonesia hidup selama ribuan tahun lamanya. Aku hanya berusaha untuk mengkoneksi orang-orang pada frekuensi tersebut, lalu membuat mereka mengerti betapa pentingnya laut itu," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING