SELEBRITI

Sudah Beri Uang Damai 150 Juta, Ibu Kriss Hatta Kecewa Kasus Masih Dilanjutkan

Selasa, 08 Oktober 2019 23:56 Penulis: Rezka Aulia

© KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kasus yang dialami Kriss Hatta masih terus bergulir. Meski sempat membuat kesepakatan damai, sang pelapor tak juga mencabut kasus hukum ini.

"Seharusnya perkara seperti ini yang sudah jelas dan nyata berdamai, atau orang yang merasa korban sudah menganggap dirinya tidak korban lagi. Dengan menandatangani perjanjian (dan) menerima sejumlah uang sebagai bentuk perdamaian. Wajar seharusnya perkara ini tidak sampai ke sini," ujar Denny Lubis sebagai kuasa hukum Kriss Hatta saat ditemui di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2019).

1. Damai dengan 150 Juta

Sidang perdana Kriss Hatta akan digelar pada Rabu (9/10), kuasa hukum ingin mengusahakan penangguhan penahanan. Pasalnya hingga saat ini Kriss telah mendekam beberapa bulan di balik jeruji.

"Akta perdamaian ini asli, ditandatangani oleh saya sebagai kuasa hukum Kriss Hatta dan Anthony. Harusnya perkara ini dihentikan. Padahal kami sudah memberikan kompensasi 150 juta rupiah," ujar Suratman Usman yang juga kuasa hukum Kriss.

2. Kronologi Kasus dan Perdamaian

Masalah bermula saat Kriss Hatta dan Anthony cekcok serta berkelahi di sebuah klub. Pertengkaran ini terjadi tak lama setelah Kriss bebas dari penjara. Merasa dirugikan, Anthony melaporkan Kriss ke polisi. 

Namun kedua belah pihak telah sepakat berdamai di tanggal 8 Agustus 2019. Anthony tak jadi meminta ganti rugi sebesar 1 M, dan menurut pihak KrissHatta mereka berdamai dengan uang damai 150 juta. Namun kini hampir dua bulan berlalu Anthony tak kunjung mencabut laporannya.

 

3. Ibu Kriss Hatta Kecewa

Perdamaian dilakukan ibu Kriss, Tuty Suratinah dengan pihak Anthony. Kala itu keluarga Kriss amat lega kasus ini telah memasuki tahap damai. Namun sayang hingga saat ini Anthony belum mencabut laporannya.

"Kalau mama kecewa bener, kecewa banget banget. Perdamaian bergaya di Hotel Borobudur tapi anaknya diperpanjang (kasus hukumnya). Perdamaian tanggal 8, diperpanjang tanggal 9. Coba media lihat sendiri, mama jadi kecewa bingung jadi satu," pungkas Tuty Suratinah ditemui di tempat yang sama.

 


REKOMENDASI
TRENDING