Tompi Sempat Apatis Pada Musik Indonesia

Tompi Sempat Apatis Pada Musik Indonesia Tompi foto: KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Bergesernya pola penjualan dalam dunia musik ke Indonesia yang mulai memilih RBT daripada album fisik, membuat Tompi yang ditemui di Sinou Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/7) memiliki pendapatnya sendiri.

"Negara ini kan jumlah penduduknya besar, market musiknya juga besar, apalagi konsumtif juga. Tapi acak kadul, banyak artis yang ga dapet pengaturan RBT. Pembenahan sistem harus ada, tidak ada monopoli, sistem reporting satu arah, frame berpikir harus diubah," jelasnya.

“Sempet apatis sih sama musik Indonesia, sebagus apapun karyanya susah jualan fisik. Semua berlomba di RBT. Kalo di Eropa beda, lagu jadi showroom. Mental dan sistem penjualan musik harus dirubah.„
Tompi

Tompi juga mengaku, meskipun dirinya belum pernah mengalami penipuan terkait hasil RBT, dirinya berharap bahwa musisi harus punya wadah untuk menjaga karier dan keuntungan mereka.

"Musisi ini profesi, bukan faktor keberuntungan aja. Kalo di sini, artis nyolot bisa dikeluarin dari label. Sempet apatis sih sama musik Indonesia, sebagus apapun karyanya susah jualan fisik. Semua berlomba di RBT. Kalo di Eropa beda, lagu jadi showroom, di sini gratisan aja masih minta fasilitas. Mentalnya harus dirubah, sistem yang dari dulu belum terbenahi, makin banyak pembajakan," tambah pelantun Sedari Dulu ini.

"Harusnya kalo bisa seperti penjualan RBT juga. Jadi jualan fisik bisa tahu, bukan berarti gak pede sama album ya. Jadi kalo ada artis yang dapet RBT 5 juta donlot masih miskin brarti dia goblok. Kan sudah disebut dalam kontrak. Tapi di sini sesama artis juga gak kompak, masing-masing bangga diri sendiri. Kalo di luar sana, sistem royalti aja diatur. Meski promo kelar masih dapet. Itu bedanya sama Indonesia," tutupnya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/ato/aia)

Rekomendasi
Trending